Anggota DPR: Parliamentary Threshold untuk Ciptakan Iklim Parpol Sehat

pranusa.id January 31, 2026

Ilustrasi DPR. (Tribun)

JAKARTA – Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan bahwa penerapan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) masih sangat dibutuhkan untuk menciptakan iklim partai politik yang sehat di Indonesia.

Menurutnya, partai politik yang sehat adalah partai yang terinstitusionalisasi atau terlembaga dengan baik, memiliki basis akar rumput yang jelas, serta ideologi yang kuat.

“Salah satu ciri dari partai politik yang terlembaga adalah partai politik itu memiliki basis akar suara dan ideologi yang kuat,” kata Rifqinizamy di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Ia menilai keberadaan terlalu banyak partai politik di parlemen justru dapat menciptakan kondisi yang tidak sehat dan menghambat efektivitas jalannya pemerintahan.

Dengan adanya ambang batas, partai-partai dipaksa oleh sistem untuk berbenah, memperkuat struktur organisasi, dan bersaing secara kompetitif untuk mendapatkan dukungan suara yang signifikan dalam setiap pemilu.

Rifqinizamy mengakui bahwa penerapan ambang batas ini memiliki konsekuensi berupa hilangnya suara dari partai-partai kecil yang tidak lolos ke Senayan.

“Ada memang kerugian dari parliamentary threshold, bahwa suara-suara yang tidak masuk parliamentary threshold itu tidak bisa terkonversi ke dalam kursi, tapi itu adalah konsekuensi dari sebuah keinginan kita untuk lebih mematangkan demokrasi keterwakilan kita di parlemen,” jelasnya.

Menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memberi wewenang kepada pembentuk undang-undang untuk menentukan besaran ambang batas, Komisi II DPR RI berencana melakukan simulasi mendalam dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu mendatang.

Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan antara penyederhanaan jumlah partai politik dan proporsionalitas sistem pemilu agar pemerintahan dapat berjalan lebih efektif melalui mekanisme checks and balances yang sehat.

Laporan: Severinus | Editor: Michael

f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pesan Natalius Pigai untuk Warga Papua: Boleh Tuntut Kesejahteraan, Asal Tidak Minta Merdeka
NABIRE, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Kritik Kesejahteraan Pascakemerdekaan, Festival Bantal Galang Donasi Alat Tidur bagi Buruh Gendong Beringharjo
SLEMAN, PRANUSA.ID — Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik…
Dinas Sosial Kota Yogyakarta Gelar Ziarah Edukatif Pekan “Jejak Patriot” bagi Pelajar
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Dinas Sosial Kota Yogyakarta menggelar kegiatan ziarah…
Sinergi TNI-Polri dan Forkopimda Ende Salurkan 725 Paket Bansos Presiden untuk Korban Gempa
ENDE, PRANUSA.ID — Sebagai wujud kepedulian negara di tengah masyarakat…
81 Tahun Indonesia: Merdeka Sejati atau sekadar “Merdeka-Merdekaan”?
KOLOM— Pada 17 Agustus 2026, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan…