Bahaya! Jumlah Zona Merah Covid-19 Meningkat 100 Persen

pranusa.id September 1, 2020

Ilustrasi virus corona: jawapos.com

PRANUSA.ID — Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melaporkan jumlah zona merah atau wilayah dengan tingkat risiko penularan tinggi di Indonesia mengalami peningkatan hingga 100 persen pada pekan ini.

Sebagai informasi, jumlah kabupaten/kota berstatus zona merah pada sepekan lalu adalah 32 daerah. Angka itu kemudian naik menjadi 65 kabupaten/kota dengan tingkat risiko penularan Covid-19 yang tinggi.

“Terlihat di sini bahwa daerah dengan risiko tinggi ini terakhir naik cukup pesat dari 6,3 persen menjadi 12,65 persen kabupaten/kota yang ada di Indonesia,” kata Wiku dalam konferensi pers secara virtual melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (1/9/2020).

Berikut 43 kabupaten/kota dengan tingkat risiko penularan sedang beralih menjadi tinggi.

1. Aceh Selatan
2. Aceh Barat
3. Pidie
4. Aceh Barat Daya
5. Nagari Raya
6. Kota Banda Aceh
7. Dairi
8. Kota Binjai
9. Kota Tebing Tinggi
10. Kota Gunungsitoli
11. Agam
12. Kota Bukittinggi
13. Kota Pekanbaru
14. Kota Lubuklinggau
15. Kota Batam
16. Bekasi
17. Kota Bekasi
18. Kota Depok
19. Malah
20. Banyuwangi
21. Kota Blitar
22. Kota Malang
23. Kota Pasuruan
24. Kota Batu
25. Kota Surakarta
26. Kota Semarang
27. Tangerang
28. Kota Tangerang
29. Tabanan
30. Klungkung
31. Bangli
32. Karangasem
33. Sumbawa
34. Kota Mataram
35. Banjar
36. Barito Kuala
37. Kota Banjarmasin
38. Penajam Paser Utara
39. Minahasa
40. Minahasa Utara
41. Kota Manado
42. Kota Kendari
43. Kota Sorong

Wiku berharap agar 43 kabupaten/kota dengan tingkat risiko penularan Covid-19 yang berubah tersebut dapat bekerja lebih keras bersama seluruh masyarakat untuk memperbaiki kondisi yang ada.

“Dan semoga minggu depan dengan zonasi dengan ada bisa memperbaiki kondisinya dengan baik,” imbuh dia.

Tak hanya itu, jumlah kabupaten/kota berisiko sedang juga mengalami peningkatan dari yang awalnya 222 kabupaten/kota naik menjadi 230 kabupaten/kota.

Hal itu berbanding terbalik dengan jumlah kabupaten/kota berisiko rendah yang mengalami penurunan dari 189 kabupaten/kota menjadi 151 kabupaten/kota.

Pada periode yang sama, kondisi tersebut diikuti penurunan wilayah tidak terdampak dari 30 menjadi 26 kabupaten/kota serta kenaikan tidak adanya kasus baru dari 41 menjadi 42 kabupaten/kota.

“Zona tidak terdampak atau hijau turun 13,8 persen menjadi 13,22 persen. Terlihat di sini bahwa zona dengan risiko sedang naik dari 43,19 persen menjadi 44,75 persen. Dan yang kuning atau risiko rendah dari 36,77 persen turun menjadi 29,38 persen,” pungkasnya.

(Cornelia)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bantu Korban Gempa Ende, Polres Ende Salurkan 100 Paket Sembako Kapolda NTT ke Kecamatan Nangapanda
ENDE, PRANUSA.ID — Jajaran Polres Ende Polda Nusa Tenggara Timur…
Refleksi HUT RI ke-81, AMAN Kalbar Sebut Kemerdekaan Belum Dirasakan Sepenuhnya oleh Masyarakat Adat
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Pengurus Harian Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara…
Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 Berujung Ricuh di Masjid Raya Baiturrahman Akibat Pengibaran Bendera Bulan Bintang
BANDA ACEH, PRANUSA.ID — Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 yang…
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Tanggap Darurat Cepat
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan jajaran…
Gempa Bumi Guncang Ende, Polres Bersama Forkopimda Mendirikan Tenda Darurat di RSUD dan Mapolres
ENDE, PRANUSA.ID — Menanggapi bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah…