Berlaku 28 Maret 2026, Menag Dukung Penuh Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

pranusa.id March 20, 2026

FOTO: Menag Nasaruddin Umar

JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa penundaan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun bertujuan untuk memperkuat akhlak dan jati diri. Hal ini dinilai krusial untuk dipersiapkan sebelum anak-anak terpapar oleh dunia digital secara langsung.

Kebijakan pembatasan tersebut rencananya akan mulai berlaku pada 28 Maret 2026. Aturan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

Penegasan terkait urgensi aturan tersebut disampaikan oleh Nasaruddin di Jakarta pada Kamis (19/3/2026).

“Menunda akses media sosial bagi anak bukanlah pembatasan, melainkan upaya penguatan jati diri dan akhlak sebelum mereka menghadapi kompleksitas dunia maya,” ujarnya.

Kementerian Agama (Kemenag) dipastikan mendukung penuh pelaksanaan kebijakan pelindungan anak tersebut. Menurut Nasaruddin, aturan ini merupakan langkah strategis negara dalam melindungi tumbuh kembang generasi muda pada era digital yang semakin kompleks.

“Ini adalah ijtihad regulasi negara untuk memastikan fondasi agama dan etika tertanam kuat di lingkungan keluarga dan pendidikan,” jelasnya.

Menag juga meminta seluruh madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan untuk ikut mengawal implementasi kebijakan PP Tunas. Momentum ini dinilai penting untuk meningkatkan literasi serta pembentukan karakter siswa secara lebih mendalam.

Selain institusi pendidikan, peran orang tua, guru, dan tokoh agama juga menjadi kunci dalam mendampingi anak-anak menghadapi era digital. Nasaruddin menekankan pentingnya pendekatan yang penuh kasih sayang dalam membimbing para generasi muda.

“Kita ingin menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap anak-anak Indonesia memiliki fondasi moral yang kuat sebelum aktif menggunakan media sosial. Bekal tersebut diharapkan mampu membuat mereka lebih bijak dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia digital.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Menuju Dasawindu: Ketika Sekolah Menjadi Ruang Bertumbuh Bersama
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID– Memasuki usia ke-80 tahun, SMA Kolese De Britto…
UEFA Ancam Lengserkan Gianni Infantino dari Presiden FIFA Lewat Mosi Tidak Percaya
JAKARTA, PRANUSA.ID — Presiden FIFA, Gianni Infantino, kini menghadapi tekanan…
Survei LKPI: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo pada Semester I 2026 Tembus 79,3 Persen
JAKARTA, PRANUSA.ID — Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo…
Di Tengah Ketidakpastian Global, Pembiayaan Baru Adira Finance Tumbuh 18 Persen pada Semester I 2026
JAKARTA, PRANUSA.ID — Di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global akibat…
Malam yang Menyatukan Budaya, Seni, dan Persaudaraan di De Britto
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID– Di bawah cahaya lampu yang hangat dan iringan…