Blak-Blakan! Megawati Protes ke Jokowi dan Bongkar Fakta Ini

pranusa.id December 27, 2020

Foto Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Kristianto Purnomo/Kompas.com)

PRANUSA.ID — Ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan bahwa seragam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) jangan diubah.

Ia mengaku langsung memprotes Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika wacana ‘seragam Paskibraka itu akan diubah’ terdengar di telinganya.

“Sampai pada waktu saya mengetahui bahwa seragam Paskibraka itu akan diubah, saya memprotes Presiden. Tentu tidak secara terbuka, tapi tertutup,” kata Megawati dalam pembekalan kepada Purna Paskibraka Indonesia, Senin (21/12).

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu juga secara terang-terangan menyatakan bahwa seragam itu telah diatur langsung oleh ayahnya, Presiden Pertama RI Soekarno.

Jadi, ia menegaskan bahwa bukan kementerian atau lembaga di bawah kepala negara yang mengatur seragam Paskibraka tersebut.

“Hal-hal ini seharusnya yang diketahui oleh seluruh Paskibraka, termasuk yang di daerah,” tukas Presiden Kelima RI itu.

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa seragam Paskibraka harus dibuat sama. Jika ada yang tidak setuju, maka jangan masuk Paskibraka.

“Seragam Paskibraka itu sama, namanya uniform (seragam), tidak ada beda-beda,” imbuhnya sebagaimana dikutip Pranusa dari laman resmi Genpi.co.

Lebih lanjut, Megawati mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Jadi, Indonesia harus tetap menjaga keragaman dan toleransi.

“Dengan segala hormat saya kepada yang namanya perempuan, memakai jilbab untuk mengatakan bahwa mereka adalah beragama Islam, tapi bagaimana dengan teman-teman kalian yang non muslim?” ujarnya.

“Kita adalah Bhinneka Tunggal Ika, kita adalah Pancasila,” tegas dia.

Jika ada yang tidak sependapat dengan pernyataannya dan menuduhnya bukan orang Islam, Megawati persilakan.

Pasalnya, ini bukan pertama kali ia dituduh sebagai orang bukan Islam. “Saya sebagai orang Islam seringkali di-bully, sepertinya saya ini tidak “slami,” pungkasnya.

Wacana diubahnya seragam paskibraka putri dari rok menjadi celana panjang berawal dari evaluasi 2018. Ada dua pilihan yang bisa dikenakan sebagai seragam paskibraka putri, yakni antara rok atau celana panjang.

“Ada aturan baru terkait seragam, Perpres 71/2018, Perkapolri, Permenhan, dan PerpangTNI,” kata Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Ni’am Sholeh, Kamis (15/8/2019).

“Intinya, seragam putri dimungkinkan gunakan rok atau celana panjang,” ujar dia. Namun, pemerintah kemudian resmi membatalkan wacana tersebut pada 2019.

(Pss/Pranusa)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Sempat Disetrum Hingga Ditendang Militer Israel, 9 Relawan GSF 2.0 Asal Indonesia Berhasil Dibebaskan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul…
Rayakan HUT Ke-13, Social Movement Institute Gelar Konser Kritik “Bangkitlah Politik Anak Muda” di Titik Nol Jogja
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Organisasi pergerakan pemuda Social Movement Institute merayakan…
Kritik Keras Kinerja Pejabat, Anies Minta Pemerintah Setop Beri ‘Obat Tidur’ dan Bercanda di Tengah Krisis
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melontarkan…
Minta Rakyat Rekam Aparat Pembeking Koruptor, Prabowo: Jangan Dilawan, Langsung Lapor ke Saya!
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan peringatan…
Sahroni Dukung Penuh Sikap Keras Prabowo Sikat Aparat Nakal Pembeking Kejahatan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto agar memberangus…