BNPT Tegaskan Pancasila sebagai Ideologi yang Menyatukan Bangsa

pranusa.id March 3, 2023

ILUSTRASI: Pancasila

PRANUSA.ID– Direktur Deradikalisasi BNPT, Brigjen Ahmad Nurwakhid, menegaskan bahwa Pancasila adalah dasar sekaligus ideologi yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia yang serba majemuk.

Hal tersebut ia sampaikan saat melaksanakan program penguatan rasa nasionalisme kepada eks narapidana terorisme (napiter) di Jambi beberapa waktu yang lalu.

“Pancasila bukanlah Agama dan Pancasila tidak untuk menggantikan Agama. Tetapi Pancasila adalah dasar, Pancasila adalah ideologi yang mempersatukan bangsa yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa dan budaya,” ungkapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Subdit Bina Masyarakat, Direktorat Deradikalisasi BNPT itu sendiri dihadiri oleh 16 mitra deradikalisasi beserta keluarga yang berasal dari Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Batanghari, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Juga Kabinda Provinsi Jambi, Wakil Direktur Intelkam Polda Jambi, jajaran dari Korem 042/Garuda Putih, BAIS Jambi, Bakesbangpol Provinsi Jambi, Polresta Jambi, dan Kodim 0415/Jambi.

Pada kesempatan tersebut Nurwakhid mengajak para mitra deradikalisasi agar benar-benar memahami konteks hukum Allah yang dulu dijadikan pegangan saat terlibat kasus terorisme. Ia menjelaskan bahwa hukum Allah adalah hukum untuk kemaslahatan dan hukum yang melarang kemudaratan.

“Ketika teman-teman dulu menganggap negara ini sebagai negara kufar atau kafir karena belum berhukum Allah, pertanyaan saya, larangan Allah mana yang tidak dilarang di Indonesia? Perintah Allah yang mana yang tidak dibolehkan negara Indonesia?” tanya Nurwakhid.

Nurwakhid menegaskan bahwa suatu negara harus sesuai syariat Allah dan Indonesia sudah menerapkan syariat tersebut. Contohnya, kata dia, seperti istilah dalam Bahasa Jawa, molimo atau 5 M yaitu main, mendem, madon, madat, dan maling. Semua 5M itu dilarang tegas di Indonesia.

“5 M itu dilarang di Indonesia karena agama melarang, berzinah dilarang karena agama juga melarang, mencuri, korupsi dilarang karena agama melarang, narkoba dilarang. Semua yang dilarang Allah dilarang di negara ini,” katanya.

Menurut Nurwakhid, bahwa bangsa Indonesia sejatinya sudah sesuai dengan syariat Alllah. Dia mengatakan jika masih ada yang melanggar atau salah tentu sama-sama harus diperbaiki. Akan tetap, tambahnya, dengan cara yang benar dengan amar ma’ruf nahi munkar

Selain itu, Direktur Deradikalisasi BNPT juga memberikan pesan kepada para mitra deradikalisasi untuk meningkatkan toleransi di tengah keberagaman yang ada di Indonesia, khususnya di Jambi.

“Perbedaan adalah sunatullah dan berdasarkan kehendak Allah. Maka kita harus menghormati perbedaan. Karena intoleransi sejatinya menuju kesombongan yang bisa membawa kita ke kekafiran,” pungkas Nurwakhid.

Laporan: Jessica C. Ivanny

Editor: Bagas R.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Siap Benahi Transparansi Tata Kelola Program MBG
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru,…
Sidang Uji Materi UU Guru dan Dosen: MK Dengarkan Keterangan Lima PTN-BH Terkait Sistem Kompensasi Dosen
JAKARTA, PRANUSA.ID — Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang lanjutan…
Mundur dari Kepala BGN, Nanik Deyang Tetap Berpeluang Diperiksa dalam Kasus MBG
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan hingga kini belum…
Kunjungi Istana Kepresidenan Yogyakarta, Siswa SMP Budya Wacana Ikuti Kegiatan Outing Class Edukatif
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Awal tahun ajaran baru 2026/2027 di SMP…
Hari Pertama MPLS, SMAN 1 Rasau Jaya Beri Edukasi Digital untuk Siswa Baru
RASAU JAYA, PRANUSA.ID — Hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan…