Buddha Tzu Chi Bangun 1.000 Hunian Tetap untuk Korban Banjir Aceh

pranusa.id December 18, 2025

Ilustrasi Hunian Tetap

BANDA ACEH – Harapan baru muncul bagi ribuan warga Aceh yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor. Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia resmi berkomitmen menyalurkan bantuan berupa pembangunan 1.000 unit hunian tetap (huntap) bagi para korban bencana di wilayah tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengonfirmasi kabar baik ini di Banda Aceh, Rabu (17/12/2025). Kepastian bantuan tersebut diperoleh usai rapat koordinasi virtual yang melibatkan Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, pemerintah daerah terdampak di Sumatra, serta perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi.

“Bantuan ini difokuskan untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tamiang. Ini merupakan bentuk solidaritas Yayasan Buddha Tzu Chi kepada masyarakat Aceh,” ujar Nasir.

Fokus di Aceh Utara dan Tamiang

Nasir merinci alokasi bantuan 1.000 unit rumah tersebut secara spesifik. Sebanyak 722 unit akan dibangun untuk korban bencana di Kabupaten Aceh Utara, sementara 278 unit sisanya diperuntukkan bagi warga terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Aceh akan mengambil peran strategis dengan menyediakan lahan khusus untuk lokasi pembangunan. Tidak hanya menyiapkan tanah, pemerintah juga berkomitmen melengkapi kawasan hunian tersebut dengan infrastruktur dasar yang memadai.

“Kelengkapan infrastruktur ini diharapkan dapat membantu warga korban bencana untuk segera memulai kehidupan baru yang lebih stabil dan nyaman,” jelas Nasir. Ia memastikan fasilitas esensial seperti akses jalan, jaringan listrik, hingga ketersediaan air bersih akan disiapkan pemerintah agar huntap tersebut benar-benar layak huni.

Tahap Awal Pemulihan

Pemerintah Aceh menyambut positif langkah cepat Yayasan Buddha Tzu Chi ini sebagai tahap awal pemulihan pascabencana. Nasir mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat proses pengerjaan agar warga yang saat ini masih di pengungsian dapat segera memiliki atap untuk bernaung.

Mengenai kebutuhan hunian bagi korban di daerah lain yang belum terakomodasi dalam skema bantuan ini, Nasir menegaskan pemerintah tidak akan lepas tangan. Kekurangan unit hunian di kabupaten dan kota lainnya akan diupayakan pembangunannya menggunakan sumber pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun bantuan lembaga lainnya.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…