Buka Suara soal Polemik Alih Status, BKN Tegaskan Tetap Pertahankan Status PPPK untuk Guru

pranusa.id February 18, 2026

Ilustrasi ASN. (Tribun)

JAKARTA – Keputusan pemerintah yang mengarahkan seluruh tenaga dosen untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) memicu sorotan tajam terhadap nasib jutaan guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Adanya perbedaan kebijakan alih status ASN tersebut memunculkan kekhawatiran serius dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) terkait kepastian masa depan profesi guru.

Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Suharmen, secara terbuka menegaskan bahwa status PPPK bagi profesi guru akan tetap ada dan tidak akan otomatis dialihkan menjadi PNS.

“Ke depan hanya ada dua status ASN, yaitu PNS dan PPPK. Untuk guru, status PPPK tetap dipertahankan,” ujar Suharmen, mengutip laporan Pojoksatu, Selasa (17/2/2026).

Pihak BKN menjelaskan bahwa meskipun sama-sama berprofesi sebagai pendidik profesional, guru dan dosen memiliki karakteristik beban tugas yang berbeda secara regulasi.

Profesi guru berfokus pada kegiatan mengajar dan mendidik di sekolah, sedangkan dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga terikat dengan kewajiban riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil kajian pemerintah, ruang pengembangan karier akademik seorang dosen dinilai akan menjadi sangat terbatas jika mereka hanya diikat dengan status tenaga PPPK.

Oleh karena itu, formasi dosen ke depannya akan diarahkan sepenuhnya menjadi PNS dan pemerintah memastikan tidak ada lagi pembukaan rekrutmen dosen berstatus PPPK setelah tahun 2024.

Merespons polemik tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Unifah Rosyidi, menilai dominasi skema PPPK berpotensi membuat para guru terjebak dalam kontrak jangka panjang tanpa kepastian penuh.

“Harus ada guru PNS, jangan semuanya diarahkan ke PPPK,” tegas Unifah merespons kebijakan tersebut.

Menurutnya, kepastian status kepegawaian yang permanen sangat krusial untuk menjaga stabilitas dan muruah profesi guru di Indonesia.

Para pendidik yang terus berada di dalam bayang-bayang masa kontrak dinilai akan sangat kesulitan untuk merancang dan mengembangkan karier jangka panjang mereka dengan tenang.

Laporan: Marsianus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…