Buya Syafii: Dewakan Pengaku Keturunan Nabi Bentuk Perbudakan Spiritual

pranusa.id November 23, 2020

Foto Ahmad Syafii Maarif. (Istimewa)

PRANUSA.ID — Mantan Ketum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii mengemukakan pandangannya soal fenomena mendewakan sosok yang mengaku sebagai keturunan nabi.

“Bagi saya mendewa-dewakan mereka yang mengaku keturunan Nabi adalah bentuk perbudakan spiritual,” tulis akun Twitter @SerambiBuya sebagaimana dilihat Pranusa.ID, Senin (23/11).

Fenomena tersebut disebut Buya Syafii bukanlah hal yang baru. “Bung Karno puluhan tahun yang lalu sudah mengkritik keras fenomena yang tidak sehat ini,” lanjutnya.

Selain mengomentari fenomena tersebut, ia juga menyoroti soal penggunaan gelar yang mengaku keturunan Nabi, keturunan raja, dan ribuan gelar lainnya.

“Gelar habib, dan 1.001 gelar lain yg mengaku keturunan nabi, atau keturunan raja, hulubalang/keturunan bajak laut, perompak lanun yg menjadi raja, sultan, dianggap suci oleh sebagian orang akan runtuh berkeping berhadapan dgn penegasan ayat Al-Qur’an,” katanya.

Sebagai informasi, Buya Syafii tidak memegang langsung akun Twitter @SerambiBuya. Namun, ada beberapa konten yang diunggah di akun tersebut bersumber langsung dari dia, termasuk unggahan ‘mendewakan pengaku keturunan nabi’ tersebut.

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Erik Tauvani, ‘orang dekat’ Buya Syafii sebagaimana dikutip dari detik.com.

“Gambar yang di atas (unggahan soal mendewakan pengaku keturunan Nabi adalah perbudakan spiritual) memang iya (bersumber langsung dari Buya Syafii),” ungkap Erik.

(Crn/Pranusa)

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Dua Prajurit TNI Penyiram Air Keras Batal Dipecat, Menteri Pigai Dorong Pengacara Andrie Yunus Ajukan Kasasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Perkuat Operasi Terpadu Karhutla Kalbar, Kemenhut Gelontorkan DAK Rp5,5 Miliar
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Pemerintah menyiapkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK)…
Jaga Stabilitas Harga, Bulog Pasok 110 Ribu Ton Beras ke Pasar dan Ritel Modern
JAKARTA, PRANUSA.ID — Perum Bulog menyiapakan pasokan sebanyak 110.000 ton…
AJMAN Kalbar Sebut Penanganan Kabut Asap Harus Berfokus pada Keselamatan dan Aktivitas Warga
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Pengurus Daerah (PD) Asosiasi Jurnalis Masyarakat…
Kabut Asap Meluas dan Lumpuhkan Aktivitas, AMAN Kalbar Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Dampak bencana kabut asap akibat kebakaran hutan…