Data Covid Pusat dan Daerah Tak Sesuai, Luhut Soroti Sistem Manajemen Data

pranusa.id November 5, 2020

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

PRANUSA.ID — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti pentingnya pembenahan sistem manajemen data dalam bidang kesehatan di Indonesia.

Selama ditugaskan Presiden Joko Widodo menjadi Wakil Komite Kebijakan Penanganan Pengendalian Covid-19, dia mengaku telah menemukan ketidaksesuaian data kesehatan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Ada beberapa permasalahan seperti proses input data hasil laboratorium ke sistem informasi, pemanfaatan data penanganan Covid-19 di daerah, serta integrasi berbagai aplikasi terkait Covid-19 yang sudah berhasil dikembangkan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN maupun swasta,” kata Luhut melalui akun Facebook pribadi. Rabu (4/11).

Menurutnya, fragmentasi sistem informasi manajemen data yang tidak saling terintegrasi itulah yang menyebabkan ketidaksesuaian data antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Luhut kemudian menyarankan agar Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Grup Telkom sehingga data New All Records (NAR) yang mencatat hasil tes PCR di laboratorium dapat dimanajemen ulang dan diperbaiki.

“Saya kira perbaikan data NAR harus dilakukan segera karena nantinya berhubungan erat dengan upaya surveilans dan vaksin yang akan segera kita lakukan,” ujar Luhut.

“Mengapa? Karena ke depannya, “big data” yang akan kita bangun ini akan dimanfaatkan untuk perbaikan manajemen data pasien ke depannya,” lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan, seluruh infrastruktur dan fungsi pengelolaan big data informasi kesehatan sepenuhnya akan dipegang Kemenkes setelah big data informasi tersebut terintegrasi dengan baik bersama BPJS Kesehatan.

“Dengan begitu, maka dapat terlihat data berbagai jenis penyakit yang diderita oleh masyarakat Indonesia, mulai dari riwayat kesehatan pasien, rekam medis, sampai kebutuhan obat pasien sehingga bisa memperkirakan pabrik obat apa saja yang perlu dibangun untuk persediaan obat di dalam negeri,” tandasnya.

(Pss/Pranusa)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bantu Korban Gempa Ende, Polres Ende Salurkan 100 Paket Sembako Kapolda NTT ke Kecamatan Nangapanda
ENDE, PRANUSA.ID — Jajaran Polres Ende Polda Nusa Tenggara Timur…
Refleksi HUT RI ke-81, AMAN Kalbar Sebut Kemerdekaan Belum Dirasakan Sepenuhnya oleh Masyarakat Adat
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Pengurus Harian Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara…
Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 Berujung Ricuh di Masjid Raya Baiturrahman Akibat Pengibaran Bendera Bulan Bintang
BANDA ACEH, PRANUSA.ID — Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 yang…
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Tanggap Darurat Cepat
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan jajaran…
Gempa Bumi Guncang Ende, Polres Bersama Forkopimda Mendirikan Tenda Darurat di RSUD dan Mapolres
ENDE, PRANUSA.ID — Menanggapi bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah…