Demi Palestina, Bung Karno Perintahkan Tim Nas Indonesia Tolak Bertanding Lawan Israel

pranusa.id March 28, 2023

FOTO: Presiden Soekarno.

Laporan: Jessica C. Ivanny ¦ Editor: Bagas R

PRANUSA.ID– Rencana kehadiran Tim Nas Israel dalam ajang Piala Dunia u-20 di Indonesia menuai polemik. Banyak masyarakat yang mengecam karena menilai Israel melakukan penjajahan terhadap Palestina.

Tidak hanya dari kalangan masyarakat, para pejabat pun turut menyuarakan penolakan terhadap kehadiran Tim Nas Indonesia. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjadi salah satu pejabat yang turut menyuarakan penolakan kehadiran Israel. Menurutnya ini adalah wujud dari komitmen bersama mendukung kemerdekaan Palestina.

“Sebagai kader PDI Perjuangan, saya memegang teguh amanat Bung Karno untuk terus mendukung kemerdekaan Palestina yang telah disuarakan dalam Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok, dan Conference of the New Emerging Forces,” ujarnya Kamis, (23/03/2023).

Sebelumnya, sudah ada Gubernur Bali Wayan Koster yang mempunyai sikap serupa. Melalui surat yang dia buat untuk Menpora Zainudin Amali pada Selasa 14 Maret 2023, Wayan menyatakan menolak Timnas Israel bertanding di Piala dunia U-20 Indonesia yang akan berlangsung di Bali.

Namun, apakah sikap sebagian besar masyarakat dan para pejabat tersebut adalah sikap latah? Ternyata sikap menolak Israel adalah sikap politik solidaritas yang telah tercatat dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Sosok pejabat tegas yang terlebih dahulu menunjukkan sikap penolakan tegas adalah Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

Penolakan tersebut terjadi ketika Soekarno memerintahkan Timnas Indonesia agar tidak bertanding melawan Israel pada kualifikasi Piala Dunia 1958 di Swedia sebagai bentuk solidaritas terhadap kedaulatan Palestina.

Dalam sebuah pidatonya dia secara terang-terangan membela Palestina kala itu. “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,” tegas Bung Karno.

Akibatnya, Timnas Indonesia gagal lolos Piala Dunia. Namun, Soekarno seakan tidak peduli dengan hal tersebut. Soekarno percaya, apabila Indonesia meladeni Israel untuk mendapat tiket Piala Dunia 1958, sama saja mengakui eksistensi negara Israel.

Indonesia pun akhirnya mengundurkan diri dari Piala Dunia 1958 menyusul Taiwan dan Australia yang lebih dulu angkat kaki. Bukan hanya itu saja, Soekarno juga melarang Israel ikut dalam Asian Games 1962 di Jakarta dengan tidak memberikan visa para atlet ofisial mereka.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…