Demo Depan MA, Puluhan Orang Tuntut Pembebasan 7 Tapol Papua

pranusa.id June 15, 2020

Foto: KRONOLOGI

PRANUSA.ID — Puluhan orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat, Senin (15/6/2020) siang hari.

Aksi itu dilakukan untuk menuntut pembebasan tujuh tahanan politik (tapol) yang sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Balikpapan.

“Kami menuntut kepada negara untuk membebaskan tujuh tapol Papua tanpa syarat, tarik militer dari Papua dan berikan akses jurnalisme asing di Papua,” kata koordinator aksi, Aldi sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com, Senin (15/6/2020).

Menyebut diri mereka sebagai Komite Pembebasan Tapol Papua, mereka berharap dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung MA akan membuat lembaga yudikatif itu memberikan perspektif adil terhadap tujuh tapol Papua yang pada 17 Juni mendatang akan menjalani sidang putusan.

Aksi unjuk rasa tersebut sudah digelar sejak pukul 11.00 WIB. Mereka berkumpul dan melakukan orasi dengan mayoritas tetap mengenakan masker.

Berkali-kali terdengar suara aparat keamanan yang berjaga meminta mereka untuk tidak melepas masker dan tetap menjaga jarak.

Aksi tersebut memakan waktu hampir tiga jam hingga akhirnya mereka memutuskan untuk membubarkan diri sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebelumnya, tujuh tapol Papua dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana makar. Hal itu diatur dalam pasal 106 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dalam surat dakwaan kesatu.

Perkara itu dalam situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Balikpapan diklasifikasikan sebagai kejahatan terhadap keamanan negara dengan nomor perkara 36/Pid.B/2020/PN Bpp (Agus Kossay).

Ketujuh tapol Papua adalah mantan Ketua BEM Universitas Cenderawasih Ferry Kombo yang dituntut 10 tahun penjara, Ketua BEM Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Alex Gobay dituntut 10 tahun penjara.

Hengky Hilapok dituntut 5 tahun penjara, dan Irwanus Urobmabin dituntut 5 tahun penjara, Buchtar Tabuni dituntut 17 tahun penjara, Ketua KNPB Mimika Steven Itlay dituntut 15 tahun penjara, dan Ketua Umum KNPB Agus Kossay dituntut 15 tahun penjara.

(Cornelia)

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…