Dibanding Rizieq, Pakar Sebut Jokowi Lebih Berpotensi Ciptakan Kerumunan

pranusa.id November 26, 2020

Presiden Joko Widodo (wargarukun.com)

PRANUSA.ID — Pakar hukum tata negara Irmanputra Sidin menilai Presiden Joko Widodo lebih berpotensi mendatangkan kerumunan dibandingkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

“Yang paling potensial mendapatkan kerumunan itu Presiden (Joko Widodo). Dimana-mana pasti orang akan langsung datang,” kata Sidin dalam video yang diunggah akun YouTube Indonesia Lawyers Club dilihat Pranusa.ID, Kamis (26/11).

Ia menjelaskan, ada perbedaan besar antara kerumunan, massa, jemaah, tamu undangan, dan rombongan. Menurutnya, kerumunan adalah sesuatu yang tidak terstruktur.

“Kerumunan itu orang yang tiba-tiba ketemu idolanya, tiba-tiba minta tanda tangan,” ujarnya memberikan contoh konsep kerumunan yang ia pahami.

Dari pemahaman tersebut, maka ia menilai gerombolan umat Islam yang datang ke acara Rizieq bukanlah kerumunan.

Dibandingkan Rizieq dan semua orang yang ada di RI, Sidin mengatakan bahwa Presiden Jokowilah yang justru paling berpotensi memicu kerumunan.

“Ketika dia (rakyat) melihat presiden sebagai idolanya selama ini, sudah lupa pasti dia jaga jarak,” tutur Sidin.

Dia menyatakan tidak masuk akal jika presiden mau diberhentikan hanya karena tidak ngacir dari kerumunan. Begitu juga dengan kepala daerah.

Ia memberikan contoh ketika gubernur selesai melaksanakan salat jumat berjamaah. “Setelah keluar dari masjid, kan itu berdesak-desakan, biasa. Mungkin di dalam masjidnya dia jaga jarak, tetapi setelah keluar sudah rapat,” jelas Sidin.

“Tiba-tiba lihat gubernur, pasti datang, salaman semua. Masa dia diberhentikan karena habis mampir salat. Atau kemudian dia ngacir? Enggak mungkin,” lanjutnya.

Untuk itu, Sidin mengaku sejak awal tidak menyetujui pemberhentian kepala daerah hanya karena melanggar protokol kesehatan Covid-19, khususnya soal kerumunan.

(Crn/Pranusa)

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…