Dukung Asta Cita, Pemerintah Alokasikan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP

pranusa.id January 16, 2026

FOTO: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengumumkan alokasi kuota penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk tahun 2026 sebanyak 5.750 orang.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan kehadiran negara dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.

“Kami ingin memastikan negara hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju. Untuk tahun ini, kami menargetkan 5.750 program LPDP penerima beasiswa baru,” ujar Brian dalam sambutannya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Secara rinci, kuota tersebut terbagi menjadi 1.000 beasiswa untuk program jenjang Sarjana (S1) melalui skema Beasiswa Garuda, 4.000 beasiswa untuk jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3), serta 750 beasiswa khusus untuk dokter spesialis.

Brian menegaskan bahwa arah kebijakan beasiswa pascasarjana tahun ini akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

“Program S2 dan S3 akan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Bapak Presiden dalam Asta Cita. Kita butuh tenaga ahli yang sesuai dengan arah pembangunan nasional,” tambahnya.

Program KIP-K dan Rencana Kampus Kedokteran

Selain LPDP, pemerintah juga terus memperkuat program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Saat ini, tercatat lebih dari 1,1 juta mahasiswa aktif menerima bantuan pembiayaan penuh dari negara dengan total anggaran mencapai Rp16 triliun per tahun untuk biaya pendidikan dan biaya hidup.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christy, mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kampus kedokteran yang bekerja sama dengan perguruan tinggi asing.

Stella menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan menjaga kualitas pendidikan medis nasional agar sejalan dengan perkembangan sains dan teknologi kesehatan modern.

“Karena sains dan teknologi medis ini juga terus berkembang dan ini yang harus dikembangkan,” kata Stella.

Presiden Prabowo juga telah mencanangkan rencana pembangunan sepuluh kampus baru, di mana sebagian di antaranya akan dikhususkan untuk bidang medis dan kedokteran.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Audiensi dengan Rektorat UAJY, PMKRI Yogyakarta Komitmen Benahi Krisis Kepemimpinan Mahasiswa Katolik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Yogyakarta…
Lantik Pengurus Kecamatan se-SBD, Waketum TMI Harap Organisasi Jadi Rumah Besar Petani
SUMBA BARAT DAYA, PRANUSA.ID – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan…
Tolak Tuntutan Mahasiswa, Kepala Bakom Qodari Tegaskan Program MBG Tetap Dilanjutkan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan…
Kasus Korupsi BGN Terbongkar, ICW: Ganti Pimpinan Tak Cukup Tanpa Reformasi Sistem
JAKARTA, PRANUSA.ID – Indonesia Corruption Watch menyatakan bahwa pergantian pimpinan…
Heboh Korupsi Proyek Motor Listrik BGN, Dudung: Kita Konsentrasi Dulu ke MBG
JAKARTA, PRANUSA.ID – Kepala Kantor Staf Presiden Dudung Abdurachman menyoroti…