Enggan Berkompromi, Prabowo Sita 4 Juta Hektare Lahan Ilegal dari Pengusaha Nakal

pranusa.id January 23, 2026

FOTO: Presiden Prabowo Subianto

DAVOS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan tegas di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku bisnis internasional dalam ajang The World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan komitmen tanpa kompromi pemerintahannya dalam memberantas praktik ilegal di sektor kehutanan dan sumber daya alam.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, pemerintah telah berhasil menutup operasi 1.000 tambang ilegal yang tersebar di berbagai wilayah nusantara.

“Hingga saat ini, kami telah menutup 1.000 tambang ilegal. Namun, laporan dari jajaran saya menunjukkan masih ada setidaknya 1.000 tambang ilegal lainnya,” kata Prabowo.

Selain penutupan tambang, aparat penegak hukum juga telah menyita sekitar 4 juta hektare lahan berupa perkebunan dan tambang ilegal, serta mencabut izin 28 perusahaan besar.

Prabowo menyebut langkah-langkah drastis ini sebagai upaya penegakan hukum di bidang kehutanan yang paling berani dan tegas dalam sejarah Indonesia.

“Jika digabungkan dengan 4 juta hektare lahan ilegal yang telah disita sebelumnya, pada hakikatnya kami telah menjalankan penegakan hukum di bidang kehutanan yang paling berani dan paling tegas,” ujarnya.

Presiden juga menyoroti adanya penyelewengan tata kelola minyak mentah dan BBM yang dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap kedaulatan hukum negara oleh para pengusaha nakal.

Ia menyindir para pelaku usaha yang merasa kebal hukum dan berpikir bisa menyuap pejabat pemerintahan untuk meloloskan bisnis ilegal mereka.

“Mungkin para pengusaha rakus yang menyebut diri mereka wirausahawan ini merasa tidak perlu mengakui kedaulatan pemerintah Indonesia, atau mungkin mereka merasa dapat menyuap seluruh pejabat pemerintahan,” sindir Prabowo.

Dengan nada menantang, mantan Danjen Kopassus itu mempersilakan siapa saja yang berani mencoba menyuap pejabat di kabinetnya.

“Baiklah, saya menantang mereka untuk mencoba suap di pemerintahan saya. Mereka akan mendapatkan kejutan besar,” tegasnya memberi peringatan keras.

Menurut data yang dipegangnya, terdapat 666 perusahaan yang terindikasi melakukan pelanggaran hukum, namun Prabowo memastikan tidak akan mundur selangkah pun.

“Satu-satunya jalan adalah memiliki keberanian untuk menegakkan hukum. Tidak boleh ada kompromi. Tidak boleh ada langkah mundur,” pungkasnya.

Laporan: Hendri | Editor: Kristoforus

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Stop Impor, Prabowo Subianto Sebut Indonesia Akan Swasembada BBM
GORONTALO, PRANUSA.ID – Presiden Prabowo Subianto menyatakan dengan tegas Indonesia…
Soal Calon Ketum PBNU, Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar hingga Said Aqil Punya Peluang Sama
JAKARTA, PRANUSA.ID – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah…
Kemenpar Catat Kenaikan Signifikan Kunjungan Wisatawan pada Triwulan I 2026
JAKARTA, PRANUSA.ID – Kementerian Pariwisata mencatat sektor pariwisata Indonesia menunjukkan…
Eks Kabais TNI Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Hanya Kenakalan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional…
Rumah Terbakar Saat Renovasi, Anggota IV BPK RI Haerul Saleh Tutup Usia di Jagakarsa
JAKARTA, PRANUSA.ID – Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia…