Ganjar Saat Serahkan Bansos: Mudah-Mudahan Pengelola Punya Integritas

pranusa.id January 6, 2021

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.(Liputan6.com/Faizal)

PRANUSA.ID — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan secara simbolis Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH) hingga sembako pada enam penerima bantuan di kantornya, Senin (4/1/2021).

Didampingi Plh Sekda Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo dan perwakilan direksi dari Bank BNI, Bank BTN, Bank Mandiri, Bank BRI dan PT Pos Indonesia, Ganjar berpesan pada para penerima bantuan dari beragam profesi tersebut, mulai dari ibu rumah tangga (IRT) hingga penjual minuman dingin.

“Nek bojone sampeyan njaluk duite nggo tuku rokok entuk apa ora (Kalau suami anda minta uang bantuan untuk beli rokok boleh apa tidak)?” tanya Ganjar pada salah satu penerima sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng.

“Mboten angsal pak (tidak boleh pak), kan uangnya beda,” jawabnya.

Ganjar pun mengapresiasi ketegasan dari penerima BST tersebut. Ia juga sempat berpesan pada salah satu penerima BST bernama Partiyati yang mengaku tiap bulan tak hanya membeli beras namun juga gula untuk mertuanya.

“Mertuane dikandhani, gula marai penyakit. Dikurangi, wong ngombe teh pait kan kaya jamu. Nek ora, ngombe teh gulane sithik terus karo ndelok sampeyan (Mertuanya dikasih tahu, gula memicu penyakit. Dikurangi, minum teh pahit kan sama seperti jamu. Kalau tidak, minum tehnya sambil melihat anda),” canda Ganjar.

Kepada masing-masing penerima lainnya, gubernur dua periode itu menitip pesan untuk menggunakan bantuan dengan baik, serta mengutamakan keluarga agar beban di masa pandemi berkurang.

Jaga Integritas

Pada kesempatan itu, Ganjar mewanti-wanti pada pengelola BST untuk menjaga integritas. Pembaruan data juga penting dalam penyaluran BST 2021.

“Karena tadi ada beragam ya ada yang diberikan dalam bentuk uang, dan ada juga yang dalam bentuk makanan. Mudah-mudahan seluruh pengelolanya punya integritas,” tegasnya.

Ia berharap, tidak ada laporan bantuan tunai yang diterima dan jumlahnya terpotong.

“Jadi kalau jumlahnya seberapa tidak ada dipotong ya tidak dipotong, kalau dikirimkan uang ya bentuknya uang harus full. Tadi pesan presiden begitu, tidak ada potongan sama sekali,” tegas Ganjar.

Pemerintah daerah, kata Ganjar, saat ini memiliki tugas untuk memvalidasi data dan memperbarui. Sehingga, BST diserahkan secara cepat dan penerimanya pun tepat.

“Berangkat dari pengalaman tahun lalu kita bagi BST, hari ini paling penting adalah data. Update data, validasi data setelah itu soal metode saya kira ada Perbankan dan PT Pos yang membantu maka akan lebih mudah sehingga semua nanti tepat sasaran,” tandas Ganjar. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Dokumen “Epstein Files” Bocor, Eks Penasehat Donald Trump Terungkap Pernah Ingin Gulingkan Paus Fransiskus
WASHINGTON – Dokumen Epstein Files yang dirilis oleh Departemen Kehakiman…
Operasi Liong Kapuas 2026: Ratusan Aparat Diterjunkan Amankan Perayaan Imlek di Kota Singkawang
SINGKAWANG – Kepolisian Resor (Polres) Singkawang, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat,…
Survei Voxpol Center: Kepuasan Publik Terhadap Kinerja 1 Tahun Gubernur NTT Capai 80,5 Persen
JAKARTA – Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur…
Sebanyak 66 Perempuan Palestina Mendekam di Penjara Israel, Ada Anak di Bawah Umur
RAMALLAH – Jumlah perempuan Palestina yang saat ini ditahan di…
MRP Kecam Keras Penembakan Pilot Smart Air oleh KKB di Boven Digoel
JAYAPURA – Majelis Rakyat Papua (MRP) secara resmi melontarkan kecaman…
WhatsApp Image 2026-02-09 at 10.45.26