Ganjar: Yang Tidak Setuju Pancasila adalah Komunis dan Khilafah, Minggat!

pranusa.id April 5, 2022

FOTO: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

PRANUSA.ID– Tayangan video lawas Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo soal kesetiaan kepada Pancasila kembali viral di media sosial. Pada video tersebut, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa warga negara Indonesia harus setia kepada Pancasila dan UUD 1945.

Sebenarnya dalam tayangan video itu, yang disoroti Ganjar adalah guru dan aparatur sipil negara (ASN). Menurut Ganjar, guru dan ASN tidak boleh punya ideologi lain.

Ganjar mengaku telah mengidentifikasi. Sekolah, lanjut Ganjar, ternyata menjadi tempat pertama untuk dibereskan.

“Setelah itu instansi pemerintah. Ketika statement pertama saya mengatakan siapa yang tidak setuju Pancasia, dia komunis minggat. Dia khilafah minggat. Saya tidak mau itu,” tegas Ganjar seperti dikutip FIN dari akun Twitter @GP_jatim, Senin (4/4).

Setelah itu, Ganjar mengaku dibully habis-habisan. “Di situ saya bilang khilafah minggat. Ohh saya dihajar. Siapa yang menghajar? Pasti pada kelompok itu,” imbuhnya.

Ganjar menyatakan saat ini sedang terjadi pertarungan ideologi dengan berbagai cara. Sebelumnya, Ganjar Pranowo mengaku mengumpulkan jajaran kepala sekolah dan guru.

Selain itu, Ganjar mengaku telah memecat kurang lebih tujuh Kepala Sekolah di Jawa Tengah yang terindikasi menganut paham radikalisme.

Meski sempat dibully, Ganjar mengaku tetap melanjutkan programnya terkait pencegahan paham radikalisme ini.

Dia menyampaikan jika memang tak setuju dengan paham Pancasila dan menganut paham radikalisme hingga komunisme lebih baik keluar dari jabatan yang mereka emban.

Ganjar mengatakan tujuh kepala sekolah yang diduga terindikasi menganut radikalisme telah mendapat pembinaan.

Pemahaman Pancasila, kata Ganjar, dinilai penting untuk dibenahi. Ganjar menganggap sekolah merupakan tempat yang harus segera dibenahi mengenai ideologi.

Dia mendapat banyak laporan dari banyak tokoh agama dan masyarakat mengenai penanaman paham radikalisme di sekolah yang mulai masif.

Seperti diberitakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan ciri dan strategi penceramah radikal.

Ketua Badan Penanggulangan Ektremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET MUI) Muhammad Syauqillah menilai, apa yang dilakukan BNPT telah sesuai.

Yakni dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai badan yang menanggulangi terorisme. “Apa yang disampaikan BNPT itu sudah sesuai dengan koridornya, ciri-ciri penceramah itu, saya sepakat dan faktanya memang demikian,” kata Syauqillah, Jumat, 11 Maret 2022.

Menurut dia, sejatinya poin-poin yang dikemukakan BNPT terkait dengan lima ciri atau indikator penceramah radikal dalam konteks kajian radikalisme terorisme memang fakta dan datanya demikian.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…