
ENDE, PRANUSA.ID — Menanggapi bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Ende pada Sabtu (15/8/2026), Kepolisian Resor Ende bergerak cepat melaksanakan penanganan darurat dan evakuasi bagi warga terdampak.
Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata, turun langsung bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ende untuk meninjau secara menyeluruh kondisi para korban yang tengah mendapatkan perawatan medis di RSUD Ende.
Guna memastikan pelayanan kesehatan tidak terganggu pascagempa, Polres Ende berkolaborasi dengan pihak rumah sakit mendirikan sejumlah tenda darurat di area RSUD Ende.
Tenda utama yang rampung didirikan langsung difungsikan untuk menampung lima orang bayi serta 15 pasien rawat inap agar terhindar dari risiko bahaya kerusakan bangunan.
Selain pemenuhan fasilitas medis di RSUD Ende, jajaran Polres Ende juga mengambil langkah antisipatif dengan mendirikan tenda-tenda pengungsian di Lapangan Polres Ende.
Kapolres Ende menegaskan bahwa jajaran Forkopimda bersama unsur TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten, BPBD, serta instansi terkait telah bergerak cepat menyiagakan langkah mitigasi bencana di berbagai titik strategis.
“Sejumlah posko tanggap darurat telah didirikan di berbagai titik strategis, di antaranya di Kompleks Rumah Sakit, Kantor BPBD, dan Mapolres Ende, di lokasi-lokasi tersebut petugas telah mendirikan tenda-tenda darurat yang siap digunakan oleh masyarakat,” ujar Yudhi.
Pihak kepolisian mengimbau warga agar tetap tenang, mengedepankan kewaspadaan tinggi, serta tidak memercayai isu-isu liar yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu panik apabila terjadi gempa susulan, jika ada ancaman gempa susulan, masyarakat disarankan untuk segera berkumpul di posko atau tenda darurat yang telah kami siapkan agar penanganan dan evakuasi dapat berjalan dengan aman,” tuturnya.
Fasilitas penampungan di Lapangan Polres Ende dibuka secara penuh sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang khawatir akan keamanan bangunan rumah mereka sampai status siaga resmi dicabut.
Guna memastikan situasi Kamtibmas tetap kondusif serta mempercepat penanganan evakuasi di lapangan, sebanyak 150 personel Polres Ende telah disiagakan dan diterjunkan langsung ke berbagai titik rawan bencana di wilayah Ende.
Laporan: Marsianus | Editor: Arya