Generasi Z Dinilai Alami Perubahan Cara Belajar akibat Teknologi

pranusa.id February 11, 2026

Ilustrasi belajar online.

JAKARTA – Pernyataan ahli saraf asal Amerika Serikat, Dr. Jared Cooney Horvath, mengenai perubahan pola belajar Generasi Z (Gen Z) dibandingkan generasi Milenial memicu perdebatan hangat di media sosial.

Jared mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi digital tidak hanya mengubah akses informasi, tetapi juga berdampak negatif pada cara otak memproses pembelajaran dan kemampuan kognitif generasi muda.

Berdasarkan data tes akademik standar terbaru, Jared menyebut Gen Z justru mencatatkan pencapaian yang lebih rendah, mematahkan tren historis di mana generasi baru biasanya lebih pintar dari pendahulunya.

“Mereka (Gen Z) adalah generasi pertama dalam sejarah modern yang mendapat nilai lebih rendah pada tes akademik standar daripada generasi sebelumnya (Milenial),” kata Jared sebagaimana dikutip dari New York Post, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, faktor utama penurunan ini adalah intensitas penggunaan perangkat digital yang sangat tinggi sejak usia dini, di mana interaksi dengan layar mendominasi kehidupan sehari-hari mereka.

“Hasilnya, waktu menatap layar ponsel menjadi hal yang konstan (terus-menerus) lebih dari setengah waktu seorang remaja dihabiskan untuk menatap layar,” paparnya.

Jared menilai kebiasaan belajar melalui layar digital telah mengubah perilaku otak menjadi pembaca sekilas (skimming), yang secara perlahan menggerus kemampuan membaca mendalam (deep reading) dan fokus.

“Belajar dari layar telah mengubah mereka menjadi pembaca yang hanya membaca sekilas dan tanpa usaha yang sungguh-sungguh, bahkan pikiran yang cemerlang pun bisa menjadi tumpul,” terang Jared.

Ia membandingkan fenomena ini dengan Generasi Milenial yang tumbuh dengan buku fisik dan proses belajar konvensional, yang dinilainya lebih efektif dalam membangun daya tahan kognitif.

“Masa lalu, anak-anak (Milenial) harus membuka buku dan begadang semalaman untuk lulus ujian, sementara fakta menyedihkan yang harus dihadapi generasi kita adalah ini, anak-anak kita kurang mampu secara kognitif daripada kita pada usia mereka,” pungkasnya.

Laporan: Judirho | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…