Gerak Cepat Selamatkan Remaja yang Diperkosa Tetangga di Kelapa Gading | Pranusa.ID

Gerak Cepat Selamatkan Remaja yang Diperkosa Tetangga di Kelapa Gading


(Ilustrasi pemerkosaan: kedaipena.com)

PRANUSA.ID — Kasus pemerkosaan anak di Jakarta Utara kembali berulang. Kini, R, seorang remaja berusia 14 tahun menjadi korban pemerkosaan oleh dua kakak beradik, yakni AP dan MF.

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Perlindungan Anak Dewan Pengurus Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia Rouli Octara Rajagukguk menjelaskan, korban sempat mengalami trauma berat.

Dikutip dari Kompas.com, R disebut lebih sering menangis dan mengurung diri usai mengalami pemerkosaan yang dilakukan dua tetangganya itu. Bahkan, korban yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tak lagi bersekolah.

Untuk memulihkan luka dan trauma korban, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi memastikan R didampingi oleh Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jakarta Utara.

“Kami (LPAI) hanya memantau saja, kami juga menyampaikan kepada korban dan khususnya kepada orangtuanya kalau ada masalah, ada apa pun juga kami sudah memberikan nomor telepon silakan menghubungi kami,” ujar Kak Seto, Senin (3/10/2022).

Kak Seto pun telah mengunjungi kediaman korban dan meminta R bercerita soal permasalahannya kepada psikolog yang mendampingi. Jika dirasa membutuhkan bantuan lainnya, LPAI, kata dia siap membantu.

Kondisi psikologis mulai stabil
Kak Seto secara langsung memantau kondisi korban, beberapa waktu lalu. Menurut dia, kondisi psikologis korban berangsur membaik dan stabil.

“Secara psikologis (korban) sudah stabil. Tetapi harus terus mendapat pendampingan, maka kami terus koordinasi P2TP2A,” ucapnya.

LPAI juga siap membantu apabila R membutuhkan sesuatu termasuk pendampingan tambahan dari psikolog.

“Bahkan kami juga akan koordinasi dengan psikolog yang menangani kasus ini. Jadi, saya sendiri sebagai psikolog senior juga kalau memang diperlukan bantuan, sangat siap untuk anak-anak,” ungkap Kak Seto.

Usai mengunjungi kediaman R, Kak Seto berkata remaja itu tampak lebih tenang. Kepada Kak Seto, R bercerita ingin menjadi seorang dokter.

Korban bisa melanjutkan sekolah
Lantaran khawatir R mendapatkan perlakuan yang tidak baik seperti bullying, ataupun merasa malu LPAI menawarkannya melanjutkan pendidikan home schooling. Nantinya, R diharapkan bisa tetap bersekolah dan menggapai cita-citanya.

“Kami menyampaikan kalau ada masalah di sekolahnya siapa tahu dia belum berani tampil, ada bullying dan sebagainya maka bisa sementara pindah jalur informal maupun non-formal,” jelas Kak Seto.

“Yaitu semacam jalur home schooling, kami dari LPAI juga menyediakan semuanya tanpa dipungut biaya,” sambung dia.

Kronologi dugaan pemerkosaan
Adapun Rouli yang merupakan pendamping korban menduga, motif pemerkosaan ialah korban dibujuk dan diancam oleh pelaku.

“Korban dan pelaku ini sebenarnya tetangga. Memang motifnya bujuk rayu dan diduga ada juga ancaman kepada korban,” kata Rouli Octara Rajagukguk, Senin.

R diduga diperkosa oleh dua pelaku pada Mei dan Juni 2022, di kontrakan yang ditempati keduanya. Mendengar kabar anaknya diperkosa, orangtua korban yang berprofesi sebagai buruh harian lepas langsung membuat laporan ke polisi pada 25 Agustus 2022 didampingi ketua RT setempat.

Akan tetapi, para terduga pelaku, kata Rouli, baru ditangkap polisi sekitar satu bulan setelahnya yakni pada Rabu (28/9/2022).

“Tapi setelah laporan itu, selama hampir satu bulan belum ada penanganan polisi. Sementara korban ini sudah diancam akan dikeluarkan dari sekolah. Dia mau dikeluarkan dari sekolah karena tidak masuk sekolah setelah kejadian itu (diperkosa),” papar Rouli. (*)

Sumber: Kompas.com

Berita Terkait

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Top