Gramedia Yogyakarta Adakan Diskusi Buku Tirani Demokrasi

pranusa.id June 30, 2026

YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Toko buku Gramedia Yogyakarta mengadakan kegiatan diskusi untuk membedah buku berjudul Tirani Demokrasi karya mendiang sastrawan besar Sapardi Djoko Damono pada hari Jumat (26/6/2026).

Kegiatan bertajuk Abadi Bersama Sapardi: Diskursus Demokrasi Melalui Kacamata Sapardi tersebut diselenggarakan di lantai tiga gedung utama pada pukul 19.00 WIB.

Acara ini secara khusus diinisiasi untuk mengingat kembali deretan karya Sapardi yang ternyata memiliki keterkaitan erat dengan kondisi perpolitikan bangsa Indonesia.

Diskusi bedah buku tersebut menghadirkan Guru Besar Ilmu Sastra UGM Prof Dr Faruk Tripoli dan penulis seni budaya Selvi Agnesia sebagai pemantik gagasan.

Jalannya perbincangan kritis malam itu dipandu secara langsung oleh periset seni dan sastra Polanco S Achri yang bertindak sebagai moderator.

Prof Faruk dalam pemaparannya menyatakan bahwa buku cetakan kedua yang terbit pada tahun 2014 tersebut bukan sekadar selebaran kegelisahan sang penyair belaka.

“Buku ini adalah penggambaran krisis kebudayaan yang bukan hanya terjadi di Indonesia, sehingga Sapardi menggambarkannya dalam kerangka holistik yang menyeluruh”, urai Prof Faruk.

Selvi secara terpisah turut menyebutkan bahwa karya tersebut merekam jelas kegelisahan Sapardi ketika melihat realitas perpolitikan Orde Baru pada masa itu.

Kekuasaan rezim yang selalu memenangkan pemilihan umum dinilai telah berhasil melanggengkan praktik tirani di bawah kedok sistem pemerintahan yang sah.

“Dalam konteks demokrasi sendiri, makna demos dan kratos telah dimanipulasi serta dibuat oleh para tiran untuk kepentingan mereka sendiri”, jelas Selvi.

Ia menambahkan bahwa konteks sastra dalam kacamata Sapardi memandang penerapan sistem demokrasi itu tidak pernah benar-benar bersifat demokratis pada kenyataannya.

Sesi diskusi yang berlangsung hangat tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif antara para hadirin dan pihak pemantik.

Salah seorang peserta bernama Rian melontarkan pertanyaan tajam mengenai fenomena krisis fokus pendidikan serta menurunnya tingkat minat baca masyarakat saat ini.

Prof Faruk menanggapi fenomena tersebut dengan menyoroti masifnya paparan media sosial yang membuat generasi muda kini lebih terbiasa mengonsumsi literasi berformat pendek.

“Selain terjadi krisis kebudayaan, kita juga dihadapkan pada munculnya budaya instan, matinya kepakaran, dan tingginya minat terhadap selebgram dibandingkan para ahli”, terangnya.

Namun, sang akademisi meyakini bahwa pergeseran medium bacaan tersebut tidak lantas mematikan daya kritis para generasi muda bangsa secara otomatis.

Pertanyaan lanjutan kemudian datang dari peserta lain yang menyinggung fenomena demokrasi semu di mana idealisme gerakan demonstrasi mahasiswa sering kali dibeli dengan sebutan ‘mahasewa’.

“Pemerintah saat ini sedang menjalankan siasat politiknya dengan menjadikan rakyat sebagai alat yang berujung pada tindakan bagi-bagi kekuasaan di pemerintahan”, jawab Selvi menanggapi keresahan tersebut.

Hal serupa sejatinya juga telah disinggung secara lugas dalam buku Sapardi melalui istilah ‘Bagi-Bagi Kue’ sebagai bentuk kritik keras terhadap praktik penguasa.

Rangkaian acara edukatif tersebut dilanjutkan dengan panggung terbuka bagi peserta yang ingin membacakan puisi karya Sapardi dari buku antologi Ayat-Ayat Api.

Pihak penyelenggara turut membagikan buku antologi puisi tersebut secara gratis sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang berani unjuk gigi di atas panggung.

Seluruh rangkaian kegiatan diskusi dan bedah buku tersebut akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama pada pukul 21.00 WIB.

Laporan: Angga Nugroho | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Kecewa Bukti Diabaikan, Nadiem Makarim Lawan Vonis Kasus Chromebook Lewat Banding dan Laporan KY
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi…
Resmikan Gerai Baru di Bekasi, The Bath Box Luncurkan Koleksi Krim Tangan Eksklusif
BEKASI, PRANUSA.ID – Jenama perawatan tubuh lokal The Bath Box…
Prabowo Minta Kampus Cetak SDM Siap Pakai untuk Percepat Hilirisasi
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya…
Modus Nikah Siri, Pengasuh Ponpes di Kalbar Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di…
Menumbuhkan Manusia Utuh dari Pelukan Alam
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID– Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, pendidikan…