Habib Umar: Jangan Adu Domba TNI dan Umat Islam, Sudahilah Upaya Seperti Itu! | Pranusa.ID

Habib Umar: Jangan Adu Domba TNI dan Umat Islam, Sudahilah Upaya Seperti Itu!


Habib Umar Alhamid. (Dok. Istimewa)

PRANUSA.ID — Panglima Generasi Cinta Negeri (Gentari) Habib Umar Alhamid menilai ada sejumlah pihak yang berupaya mengadu domba antara TNI dan umat Islam.

Menurutnya, hal ini terlihat dari ketegangan antara kedua kubu tersebut belakangan ini.

“Saya melihatnya kejadian tersebut bukanlah kejadian biasa. Karena kejadiannya seperti terstruktur dan masif,” katanya dalam keterangannya, Rabu (16/2).

Ia kemudian mencontohkan ketika TNI melakukan penurunan sejumlah Baliho tokoh ormas di sejumlah titik yang tersebar di DKI Jakarta.

Habib Umar mengaku heran mengapa sampai harus TNI yang menurunkan baliho tersebut. Padahal masih ada Satpol PP.

“Mungkin saja pada saat itu tidak ada yang berani menurunkannya, maka diinstruksikanlah TNI yang dinilai dekat dan dicintai oleh rakyat,” tutur Habib Umar.

Selain itu, ia juga mencontohkan pernyataan Kasad Dudung tentang “Tuhan bukan orang Arab” yang menuai polemik.

Dalam pandangannya, tidak ada yang salah dengan ernyataan itu, baik secara eksplisit maupun implisit. Menurutnya, mayoritas masyarakat juga pasti memahami tidak ada hal yang salah dengan “makna dan maksud” dari kalimat utuh oleh Kasad Dudung itu.

Namun, ia menyesalkan bagaimana selalu saja ada pihak-pihak yang secara sengaja memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan berbagai upaya berlandaskan pada kepentingan kelompoknya sendiri.

Misalnya, mencari panggung, mencari simpati, atau mungkin sengaja mendiskreditkan tokoh-tokoh nasional yang ada.

Untuk itu, Habib Umar meminta seluruh pihak untuk mewaspadai bahaya laten dari adu domba antara TNI dan umat Islam itu.

“Saya minta kepada semua pihak untuk mewaspadai bahaya laten ‘adu domba’ ini. Karena bahaya adu domba ini lebih besar dari bahaya COVID-19, dampaknya bangsa ini bisa terpecah,” ungkapnya.

Dia juga menekankan agar semua pihak tidak saling curiga satu sama lain. Dialog dan silaturahmi melalui forum diskusi atau seminar harus lebih dikedepankan.

“Karena saya yakin kalau TNI dan rakyat itu satu. Seperti semboyannya TNI selama ini, yakni dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh Rakyat. Dan, kita semua tahu kalau TNI bukan milikmu, tapi milik kita, rakyat Indonesia,” tutur Habib Umar.

Habib Umar menegaskan agar upaya-upaya adu domba tersebut segera diakhiri. Ia pun mengajak masyarakat untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan.

“Oleh karena itu, saya menyarankan sudahilah upaya-upaya seperti itu. Kita itu negara besar, banyak hal yang lebih produktif yang bisa kita lakukan bersama, utamakan tabayyun, kedepankan persatuan dan kesatuan,” jelasnya.

Penulis: Jessica C. Ivanny
Editor: Bagas R.

Berita Terkait

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Top