Hari Kedelapan Pasca-Gempa Guncang NTT, BNPB Catat 53.971 Rumah Warga Rusak di 7 Kabupaten

pranusa.id August 23, 2026

FOTO: Gempa Bumi NTT (ANTARA)

JAKARTA, PRANUSA.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 53.971 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Data akumulasi tersebut merupakan pembaruan resmi hingga hari kedelapan masa penanganan darurat bencana, Sabtu (22/8/2026).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, membeberkan bahwa dari total rumah yang terdampak, sebanyak 19.006 unit mengalami rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan. Kerusakan tersebut tersebar di tujuh kabupaten terdampak di wilayah Flores.

“Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri dari 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan,” kata Berton dalam keterangan resmi, Minggu (23/8/2026).

Kerusakan terbanyak berada di Kabupaten Manggarai Timur dengan 17.039 rumah rusak (6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan). Sementara di Kabupaten Manggarai Barat tercatat 9.402 rumah rusak (3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan).

Di Kabupaten Ngada tercatat 8.129 rumah rusak (1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan). Untuk Kabupaten Manggarai tercatat 7.045 rumah rusak (3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan), serta Kabupaten Sikka mencatat 3.574 rumah rusak (939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan).

BNPB menegaskan bahwa seluruh rincian angka kerusakan tersebut masih bersifat sementara karena tim gabungan di lapangan masih terus melakukan proses verifikasi serta validasi data.

“Saat ini, data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka,” jelas Berton.

Sementara itu, proses rekapitulasi data untuk wilayah Kabupaten Manggarai masih terus berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.

Berton menambahkan, data validasi rumah berstatus rusak berat nantinya akan dijadikan pijakan utama bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan alokasi Hunian Sementara (Huntara) serta penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi para pengungsi.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Semarak Kemerdekaan di SMAN 1 Rasau Jaya: Empat Hari Penuh Semangat dan Kreativitas
RASAU JAYA, PRANUSA.ID— Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,…
Darurat Karhutla Kalbar, Presiden Prabowo Instruksikan Pencabutan Perda Pembukaan Lahan Berbasis Kearifan Lokal
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat segera menindaklanjuti instruksi…
Paus Leo XIV Ingatkan AI Tidak Boleh Mengurangi Nilai Kemanusiaan
VATIKAN, PRANUSA.ID — Pemimpin Tertinggi Umat Katolik Sedunia, Paus Leo…
KPK Ungkap Peran Guru Jadi Koordinator Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed, Tarif Hingga Rp500 Juta
JAKARTA, PRANUSA.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya keterlibatan…
Atasi Bencana Karhutla Nasional, TNI Kerahkan 14.167 Prajurit Bantu Pemadaman di Lapangan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiagakan dan mengerahkan…