Hotman Ungkap Alasan Nadiem Pilih Chromebook Buat Pengadaan Laptop

pranusa.id September 11, 2025

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim (tengah).(ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

PRANUSA.ID – Kuasa hukum Nadiem Makarim, Hotman Paris Hutapea, membeberkan alasan kliennya memilih Chromebook dalam proyek pengadaan laptop untuk sekolah pada periode 2019–2022 ketika masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek).

Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/9/2025), Hotman menjelaskan bahwa pertimbangan utama adalah efisiensi biaya sistem pengelolaan perangkat. Menurutnya, lisensi Chrome Device Management dari Google hanya dikenakan biaya sekitar US$30 per unit dan berlaku sekali seumur hidup.

“Kalau dibandingkan harga device management ini dengan Windows. Windows jauh lebih mahal harga hidup kalau Windows harganya US$ 200 sampai US$ 230 dolar itu pun per 3 tahun,” kata Hotman.

Chrome Device Management sendiri merupakan sistem terpusat yang memungkinkan administrator IT sekolah mengatur Chromebook, mulai dari instalasi aplikasi hingga pembatasan konten. “Itu bisa mengontrol di mana para murid tidak bisa nonton video porno dan sebagainya,” ujarnya.

Selain soal lisensi, Hotman menambahkan harga perangkat juga mengalami penurunan dalam proses pengadaan. Jika pada awalnya satu unit dibanderol Rp6.499.000, pada periode 2021–2022 harganya turun menjadi Rp5,8 juta.

“Dari Rp 6.499.000 menjadi Rp 5.800.000 berkurang hampir Rp 700.000. Cuma setiap laptop berbeda-beda tapi semuanya terjadi penurunan. Ini hasil audit dari BPKP, inilah dasarnya BPKP mengatakan tidak ada hal-hal signifikan mempengaruhi memengaruhi penentuan anggaran itu ada di auditnya,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Juni 2025, Nadiem juga sempat memberi penjelasan mengenai pemilihan Chromebook. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut berdasarkan kajian internal kementerian terkait harga, spesifikasi, serta keamanan penggunaan.

“Mohon rekan media mengingat bahwa ini adalah untuk fungsi pendidikan. Di mana keamanan murid-murid dan guru-guru kita menjadi prioritas di Kemendikbutristek, dan salah satu hal terpenting dari kajian tersebut adalah kontrol terhadap aplikasi yang bisa ada di dalam Chromebook,” kata Nadiem saat itu. (*)

Laporan: Severinus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…