HRD Diminta Menaker Bantu Pekerja Cairkan Subsidi Gaji Rp 600.000

pranusa.id September 7, 2020

Ilustrasi: rilis.id

PRANUSA.ID — Kementerian Ketenagakerjaan mengimbau para perusahaan pemberi kerja untuk lebih aktif dalam membantu para pekerja yang bergaji bulanan di bawah Rp 5 juta untuk mendapatkan subsidi gaji Rp 600.000 dalam program Bantuan Subsidi Upah (BSU).

“Kami imbau pemberi kerja atau perusahaan untuk membangun komunikasi dan dialog dengan para pekerja terkait data rekening pekerja,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam keterangan resminya, Senin (7/9).

Dalam hal ini, Ida menyebut pihak HRD perusahaan untuk membangun komunikasi terkait rekening agar nantinya seluruh dana yang dicairkan dalam BSU dapat tepat sasaran.

“Guna memastikan tidak ada kesalahan dalam pelaporan rekening ke BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga penyaluran subsidi gaji atau upah dan tepat sasaran,” ujarnya.

Rekening yang harus dimiliki para penerima subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan dapat menggunakan rekening yang masih aktif di bank manapun dan tak harus bank milik pemerintah.

“Bank pemerintah hanya sebagai penyalur bantuan saja, bantuan subsidi upah selanjutnya ditransfer sesuai dengan nomor rekening pekerja penerima,” imbuh Ida.

Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) BPJS yang nantinya akan diterima para pekerja adalah sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan atau dengan total sebesar Rp 2,4 juta.

Namun, Ida mengimbau para pekerja/buruh yang belum menerima bantuan tersebut tak perlu khawatir. Pasalnya, pencairan dana bantuan akan dilakukan dalam dua tahap, masing-masing sebesar Rp 1,2 juta.

Meski pemerintah memang telah melakukan pencairan tahap pertama subsidi gaji karyawan (BLT BPJS) Rp 600.000 sejak 27 Agustus lalu, namun pencairan terus dilakukan bertahap hingga akhir September mendatang.

Adapun total seluruh pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta yang tercatat dalam data BPJS Ketenagakerjaan hingga saat ini adalah sebanyak 15,7 juta penerima.

Sebagai informasi, berikut rincian BSU yang disalurkan di masing-masing bank penyalur dari total 2,5 juta penerima batch pertama.

Rekening Bank Mandiri — 752.168 orang
Rekening Bank BNI — 912.097 orang Rekening Bank BRI — 622.113 orang
Rekening Bank BTN — 213.622 orang

“Sejak tanggal 24 Agustus kami menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan yang divalidasi 2,5 juta. Kita awali 2,5 juta ini dan langsung mentransfer teman-teman pekerja atau buruh. Selanjutnya, akan ditransfer secara bertahap. Kami merencanakan minimal 2,5 juta per minggu,” jelas Ida.

Ida mengatakan masih melihat efektivitas subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan dalam mendongkrak perekonomian nasional Indonesia.

Hal itu yang nantinya akan menjadi pertimbangan untuk memutuskan akan meneruskan program bantuan subsidi gaji Rp 600.000 hingga tahun 2021 atau tidak.

“Melihat efektivitas program ini untuk kepentingan mendongkrak perekonomian nasional kita. Dan tentu saja kita akan melihat kondisi perekonomian di tahun 2021,” pungkasnya.

(Cornelia)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Iran Buka Jalur Teluk Persia, Dua Kapal Pertamina Bersiap Lintasi Selat Hormuz
JAKARTA, PRANUSA.ID – PT Pertamina International Shipping mengumumkan bahwa dua…
BNI Janji Kembalikan 100 Persen Dana Nasabah Jemaat Paroki Aek Nabara dalam Sepekan
JAKARTA, PRANUSA.ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menargetkan…
Bidik 100 Ribu Penerima Manfaat, Mensos Percepat Perluasan Program Sekolah Rakyat pada 2027
JAKARTA, PRANUSA.ID – Pemerintah melalui Kementerian Sosial mempercepat perluasan program…
Jusuf Kalla: Kasih Tahu Termul-Termul Itu, Jokowi Jadi Presiden Karena Saya
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla,…
Satu Warga Asal Malaysia Ikut Jadi Korban Tewas dalam Kecelakaan Helikopter PK-CFX di Kalbar
SEKADAU, PRANUSA.ID – Otoritas pemerintah negeri jiran mengonfirmasi tewasnya satu…