Ini Kata Sandiaga dan Fadli Soal Rumor Jadi Menteri Jokowi

pranusa.id October 8, 2019

Gambar: (kompasiana.com)

 

PRANUSA.ID — Beredarnya kabar Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang tertarik untuk bergabung ke dalam koalisi masyarakat, tentu menjadi buah bibir masyarakat. Sebab seperti yang diketahui, bahwa periode-periode sebelumnya, Gerindra merupakan pihak oposisi dari koalisi pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Publik pun tentu bertanya-tanya apakah benar Gerindra tertarik untuk bergabung dengan koalisi pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih tersebut?

Pertanyaan tersebut lantas dijawab dengan adanya isu permintaan jatah tiga menteri kepada Jokowi.

“Ya, sepertinya kita memang akan minta 3 posisi kementerian di pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, tapi semua itu bergantung dengan Presiden Joko Widodo yang punya hak menyusun kabinet”, ungkap Waketum Gerindra Arif Puyuono kepada wartawan, Jumat (4/10/2019).

Eks cawapres Sandiaga Uno, dan dua waketum, yaitu Fadli Zon dan Edhy Prabowo merupakan serentetan nama yang kabarnya disodorkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk masuk dalam Kabinet Kerja jilid II.

“Pemerintahan Pak Joko Widodo, ke depan punya tantangan dan ancaman problem besar dengan ekonomi kalau melihat situasi global dan prediksi Bank Dunia terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya akan tumbuh 5 persen,” katanya.

Menurutnya, Sandiaga, Fadli, dan Edhy Prabowo merupakan tokoh Gerindra yang berkompeten dan cerdas dalam membantu pemerintahan Bapak Joko Widodo.

Sandiaga sendiri telah memberikan tanggapan terkait dirinya yang menjadi salah satu kandidat menteri yang disodorkan Gerindra, Minggu (6/10/2019), ketika berkunjung ke Desa Losari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

Ia berkata bahwa ia baru membaca berita dan belum sempat berkoordinasi dengan Pak Prabowo. Oleh karena itu, hal itu belum terkonfirmasi.

“Menurut saya, saya selalu sampaikan kita harus mampu untuk sama-sama membangun negeri kita dan sebagai peserta pemilu yang belum terpilih kemarin. Pandangan saya bahwa kita harus bisa juga ikut membangun negata, tapi dari luar pemerintahan,” tambahnya.

Bahkan, ia mengaku bahwa sampai saat ini belum ada tawaran terkait kursi menteri. Apabila ada, ia akan berdiskusi terlebih dahulu bersama Prabowo, sebab ia rencananya akan bergabung lagi dengan Gerindra. Oleh karena itu, keputusan tersebut akan diambil oleh Pak Prabowo.

Kabar tawaran kursi menteri kepada Fadli Zon sendiri, rumornya telah ditolak oleh Fadli Zon.

Dahnil Anzar Simanjuntak, juru bicara Prabowo Subianto mengaku telah mendengar kabar tersebut, dan menyebut bahwa Fadli menolak tawaran tersebut.

Dahnil mengaku tidak tahu terkait apakah penolakan tersebut merupakan respons dari penawaran Jokowi.

“Saya tidak tahu persis apakah ditawari atau nggak,” katanya.

“Yang jelas, saya dengar dari Bang Fadli, beliau tidak bersedia,” ucapnya saat dijumpai di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Kamis (22/8/2019).

 

 

Penulis: Cornelia

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…