IPO: Kemampuan Diplomasi Prabowo Jadi Nilai Lebih Hadapi Pilpres 2024

pranusa.id April 1, 2022

FOTO: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.* /ANTARA/Aditya Pradana Putra

PRANUSA.ID — Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai kemampuan diplomasi yang dimiliki Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto bisa menjadi nilai lebih dalam menghadapi Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.

“Kemampuan diplomasi dapat mempengaruhi pilihan publik dalam kontestasi pilpres,” kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (31/3/2022).

Sejak menjabat Menhan di Kabinet Presiden Joko Widodo jilid kedua, Prabowo kerap berdiplomasi dengan berbagai pemimpin dunia. Salah satu yang paling anyar ialah ketika Prabowo bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris dan Pangeran Khalid bin Salman di Arab Saudi.

Kepiawaian Prabowo dalam berdiplomasi juga tampak dalam perannya saat Pemerintah memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Ukraina. Prabowo diketahui menelepon langsung Menhan Rusia untuk menjamin keamanan WNI yang akan dievakuasi.

Selain kemampuan berdiplomasi, anak dari ekonom Soemitro Djojohadikoesoemo tersebut juga dianggap memiliki segudang kelebihan dibandingkan figur lain.

“Prabowo memungkinkan sangat menarik bagi calon mitra koalisi dan tinggal menentukan pasangan yang juga cukup kuat. Itu modal besar bagi Prabowo,” kata dia.

Modal lain yang dimiliki Prabowo adalah popularitas tinggi. Dari berbagai survei termasuk yang dilakukan IPO, ia selalu memperoleh hasil positif atau dengan kinerja menteri paling baik.

“Yang perlu dilakukan Prabowo Subianto saat ini ialah merealisasikan tugasnya sebagai Menhan,” kata dia.

Sebagai tambahan informasi, berdasarkan hasil survei IPO yang dirilis pada hari Senin (28/3) Prabowo berada di posisi puncak sebagai menteri Kabinet Kerja dengan kinerja terbaik dengan perolehan 81,3 persen. Urutan kedua Menteri BUMN Erick Thohir 79,2 persen.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ada di peringkat ketiga dengan raihan 74,6 persen. Peringkat keempat dan kelima diisi Menteri Sosial Tri Rismaharini 72,5 persen dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan 63,8 persen.

Survei IPO melibatkan 1.220 responden yang telah memiliki hak pilih dan berlangsung pada tanggal 11 hingga 17 Maret 2022. Para responden diwawancara melalui sambungan telepon.

Riset tersebut menggunakan teknik pengambilan sampel bertingkat dengan rerata simpangan (margin of error) 2,9 persen dan tingkat akurasi data 95 persen. *(ANTARA)

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…