Kelanjutan Bisnis Grup Ciputra Sepeninggal Ciputra, Rina: Tidak Ada Perubahan

pranusa.id November 28, 2019

(Gambar: Merdeka.com)

 

PRANUSA.ID — Salah satu konglomerat RI yang bergerak di bidang properti, Ir Ciputra, yang juga adalah pendiri Grup Ciputra dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (27/11/2019) dini hari pukul 01.05 di Singapura. Ia tutup usia di usia 88 tahun. 

Ketua Apindo Haryadi Sukamdani membenarkan kabar tersebut. Ia juga mengatakan bahwa dikarenakan kesehatan Ciputra yang menurun akhir-akhir ini, beliau sudah cuci darah.

Sepeninggalnya Ciputra tentu membawa duka dan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, kolega, dan orang-orang terdekatnya.

Perusahaan Ciputra sendiri sudah berdiri sejak 1981. Beberapa grup usaha Ciputra lainnya adalah PT Ciputra Surya Tbk dan PT Ciputra Property Tbk. 

Publik mungkin bertanya-tanya tentang kelanjutan bisnis Grup Ciputra tersebut sepeninggalnya Ciputra yang menjabat sebagai Komisaris Utama di perusahaan tersebut.

Rina Ciputra Sastrawinata selaku anak pertama Ciputra mengatakan bahwa bisnis Ciputra tetap akan mempertahankan bentuk organisasi saat ini.

“Nahkoda bisnis kami mempertahankan bentuk organisasi yang sekarang. Ayah seorang Komisaris Utama dan Direktur Utama kami tetap Candra Ciputra. Jadi tidak ada perubahan dari organisasi,” jelas Rina di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Sebelum hembusan nafas terakhir Ciputra, ia memang sudah tak aktif mengendalikan perusahaan. Namun, ia tetap memberi masukan dan saran untuk keluarga demi kelangsungan bisnis tersebut.

“Beliau sebagai mentor kami, beliau selalu menyebut dirinya menjadi creative navigator. Jadi beliau tidak aktif dengan perusahaan. Jadi bisnis kami tentunya tidak ada perubahan apa-apa. Hanya memang kami sangat kehilangan navigator kami,” tutur Rina.

Rina juga membocorkan sedikit tentang kelanjutan bisnis mereka. Mereka memiliki beberapa rencana pengembangan bisnis, dan menunggu waktu yang tepat untuk menyiarkannya ke tengah publik.

“Ke depan kita sudah ada rencana, kita buat waktu yang tepat kepada publik dengan mempertimbangkan banyak hal,” ungkapnya.

 

 

Penulis: Cornelia

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…