Ketua Fraksi Nasdem Duga Akun Palsu ‘Chiva Punk Nie’ Orang Lingkaran Kekuasaan

pranusa.id January 3, 2026

FOTO: Ketua Fraksi Nasdem DPRD Ende, Armin Wuni Wasa.

ENDE – Jagat maya dan dinamika politik di Kabupaten Ende tengah memanas akibat ulah sebuah akun media sosial anonim bernama “Chiva Punk Nie”.

Akun tersebut menjadi sorotan karena secara agresif menyerang lembaga DPRD serta pihak-pihak yang dianggap berseberangan dengan pemerintah daerah melalui unggahan yang dinilai menghina dan menyerang ranah pribadi.

Merespons keresahan tersebut, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Ende, Armin Wuni Wasa, melontarkan dugaan serius.

Saat ditemui di kediamannya pada Sabtu (3/1/2026), Armin mencurigai bahwa dalang di balik akun palsu tersebut bukanlah orang sembarangan, melainkan figur yang berada di dalam lingkaran kekuasaan eksekutif.

“Kami menduga bahwa akun palsu Chiva Punk Nie adalah orang dalam lingkaran kekuasaan,” ungkap Armin.

Kecurigaan ini bukan tanpa dasar. Armin menjelaskan bahwa akun tersebut kerap membeberkan dokumen dan data sensitif yang seharusnya bersifat rahasia dan terbatas.

Salah satu yang paling mencolok adalah bocornya informasi mengenai temuan inspektorat senilai Rp7 miliar di lembaga DPRD.

Menurut Armin, akses terhadap dokumen hasil pemeriksaan tersebut sangat terbatas.

Hal inilah yang memperkuat indikasi adanya keterlibatan “orang dalam” yang sengaja membocorkan data tersebut untuk menyerang legislatif.

“Akun Chiva Punk bisa tau angka-angka temuan itu, padahal dokumen itu hanya ada di Banwas (Inspektorat) dan Bupati Ende, jadi kami menduga bahwa akun palsu ini adalah tidak lain orang dalam lingkaran kekuasaan,” tegas Armin.

Indikasi kedekatan akun tersebut dengan pejabat daerah semakin menguat berdasarkan penelusuran digital yang dilakukan oleh pihak DPRD. Armin mengungkapkan temuan janggal pada daftar pertemanan akun tersebut.

“Kami menelusuri akun palsu Chiva Punk hanya memiliki dua teman, yang pertama istri dari pejabat di Kabupaten Ende dan yang kedua teman dari istri pejabat tersebut,” bebernya.

Sebelumnya, pada Kamis (1/1/2026), sejumlah Anggota DPRD Ende telah resmi membuat laporan pengaduan ke Polres Ende.

Mereka melaporkan akun tersebut atas tuduhan penghinaan dan serangan personal terhadap anggota dewan beserta keluarganya.

Menutup pernyataannya, Armin mendesak aparat kepolisian untuk bergerak cepat dan tidak pandang bulu dalam mengungkap identitas asli pemilik akun tersebut.

“Negara tidak boleh kalah dengan akun yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.

Laporan: Marsianus N.N | Editor: Kristoforus

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…