PAN-RB Siapkan Skenario New Normal dalam Pola Kerja ASN

pranusa.id May 22, 2020

Ilustrasi work from home (Republika.co.id)

PRANUSA.ID — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) sedang menyiapkan skenario New Normal untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di saat pandemi virus corona atau Covid-19.

“Kira-kira ada tiga komponen dalam skenario New Normal untuk ASN,” kata sekretaris PAN-RB Dwi Wahyu Atmaji dilansir dari Tempo.co, Jumat, (22/5/2020).

Skenario tersebut mengatur tentang sistem kerja para pegawai pelat merah, peningkatan penerapan teknologi informasi dan komunikasi, serta penerapan protokol kesehatan.

Para pegawai pelat merah bekerja berdasarkan sistem flexible working arrangement. Hal ini berarti ASN dapat bekerja dari kantor, rumah, atau tempat lain. Lebih jelasnya, sistem ini juga mengatur siapa, jenis pekerjaan, dan berapa hari dalam sepekan skema akan berlaku.

“Dalam penerapan flexibel working arrangement, manajemen kinerja diperkuat, misalnya output jelas, siapa mengerjakan apa itu jelas, ada ada target waktunya,” jelas Atmadji.

Skema kerja ini akan diperkuat dengan sistem IT yang baik, sehingga mendukung penggunaan kantor elektronik atau e-office yang paperless, tanda tangan digital, dan pengurangan jumlah rapat fisik sehingga sebagian besar rapat akan dilakukan dengan video conference.

Aturan skenario terakhir adalah soal penerapan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penularan virus selama bekerja. Jadi, ASN harus memakai masker, mencuci tangan dengan gerakan yang benar, dan tetap menjaga jarak di tempat kerja. Dalam pelaksanaan prosesnya, tentu akan diperlukan penyesuaian sarana dan ruang kerja.

Sementara itu, PAN-RB belum menetapkan batasan usia pegawai yang diperbolehkan beraktivitas kembali. Atmadji mengaku juga menunggu arahan dari Gugus Tugas Covid-19 untuk mengeluarkan protokol New Normal. “(Sampai sekarang) belum tahu. Tunggu arahan Gugus Tugas,” kata Atmadji.

Namun, PAN-RB akan tetap mengevaluasi kembali sistem kerja dari rumah untuk ASN ini. Sistem kerja ini sekaligus merupakan bentuk persiapan atas keputusan pemerintah yang memperpanjang kebijakan work from home bagi ASN hingga 29 Mei 2020.

“Diperpanjang hingga 29 Mei 2020, dan akan dievaluasi lebih lanjut menyesuaikan dengan keputusan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terkait status keadaan pandemi Covid-19 di Indonesia,” kata Atmadji, Selasa (12/5/2020). (Cornelia/Pranusa)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bantu Korban Gempa Ende, Polres Ende Salurkan 100 Paket Sembako Kapolda NTT ke Kecamatan Nangapanda
ENDE, PRANUSA.ID — Jajaran Polres Ende Polda Nusa Tenggara Timur…
Refleksi HUT RI ke-81, AMAN Kalbar Sebut Kemerdekaan Belum Dirasakan Sepenuhnya oleh Masyarakat Adat
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Pengurus Harian Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara…
Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 Berujung Ricuh di Masjid Raya Baiturrahman Akibat Pengibaran Bendera Bulan Bintang
BANDA ACEH, PRANUSA.ID — Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 yang…
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Tanggap Darurat Cepat
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan jajaran…
Gempa Bumi Guncang Ende, Polres Bersama Forkopimda Mendirikan Tenda Darurat di RSUD dan Mapolres
ENDE, PRANUSA.ID — Menanggapi bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah…