Pengamat Cium PDIP Ingin Jadi Pemimpin Koalisi Besar di Pilpres 2024

pranusa.id April 8, 2023

Foto Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

PRANUSA.ID — Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi menduga PDIP ingin menjadi pemimpin koalisi besar di Pilpres 2024.

Sinyal itu terlihat dari ketidakhadiran PDIP dalam pertemuan lima pimpinan partai bersama Presiden Jokowi saat mencetuskan pembentukan koalisi besar.

“Enggak datang itu menunjukkan bahwa memang PDIP ingin menjadi pemimpin koalisi,” ucap Pangi dalam acara Polemik ‘Teka-teki Koalisi’, Sabtu (8/4).

Pangi menuturkan PDIP jelas tidak datang dalam pertemuan itu karena bukan yang punya hajat. Menurutnya PDIP partai besar, punya harga diri juga martabat.

Dugaan Pangi bahwa PDIP ingin menjadi ketua koalisi juga terlihat tatkala partai tersebut meminta syarat kursi calon presiden pada Pilpres 2024 nanti.

“Makanya ditawarkan PDIP kan harusnya kader sendiri sebagai RI-1, baru koalisi terbangun,” kata Pangi.

Sebelumnya, Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko juga mengatakan Megawati Soekarnoputri bakal menginisiasi pertemuan dengan partai-partai. Megawati, kata Budiman, yang akan menjadi tuan rumah.

“Percayalah..cepat atau lambat, bu Mega (@PDI_Perjuangan) akan jd tuan rumah pertemuan semua atau setidaknya sebagian dr partai2 di atas,” kata Budiman lewat akun Twitter-nya, Senin (3/3).

Pernyataan Budiman sekaligus merespons ketidakhadiran partainya dalam pertemuan lima partai koalisi dengan Presiden Joko Widodo di Kantor DPP PAN, Minggu (2/4).

Dia mengakui partainya ikut diundang dalam pertemuan tersebut namun tak bisa hadir karena Ketua Umum Megawati Soekarnoputri sedang di Jepang. Menurut Budiman, pertemuan itu tak bisa diwakilkan. Terlebih, Mega juga telah bertemu Presiden Jokowi pada 18 Maret lalu.

Wacana pembentukan koalisi besar partai politik untuk Pilpres 2024 mulai mencuat ketika Jokowi bertemu lima ketua umum partai di Kantor DPP PAN, Jakarta, Minggu (2/4) lalu.

Mereka mengaku membahas rencana pendirian koalisi besar dan menggabungkan koalisi KIB dan KIR.

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut dasar pembentukan koalisi besar karena memiliki tujuan yang sama, yakni meneruskan kebijakan Jokowi.

“Kita merasa ada frekuensi yang sama ya, ada kecocokan dan kalau dilihat pimpinan partai kita sudah masuk, Pak Cak Imin ya, kita sudah masuk timnya Pak Jokowi,” ucap Prabowo usai pertemuan. *(CNN)

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…