Penting Bagi Orang Tua Ajarkan Toleransi pada Anak Sejak Dini

pranusa.id August 5, 2021

Ilustrasi: Orang tua mendampingi anak selama pandemi.

PRANUSA.ID– Orang tua diimbau untuk mengajarkan nilai-nilai tentang anti kekerasan, toleransi dan kebhinekaan kepada anak-anaknya sejak dini.

Upaya tersebut dinilai penting sebagai sebuah upaya agar anak dan orang tua bisa mengimbangi informasi dari internet yang serba cepat, yang tak jarang juga bisa mempengaruhi pola pikir secara negatif akibat narasi atau pemahaman tertentu.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi Keluarga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Prijadi Santoso saat mengisi sebuah diskusi daring, Kamis (05/08/2021).

“Ini adalah tantangan berat. Kami masih kalah, dalam arti kalah cepat di masa kekinian ini. Ada pandangan-pandangan negatif, dan harus diluruskan,” kata Prijadi seperti dilansir dari Antara News.

Ia kemudian membeberkan riset bertajuk “Narasi-Narasi Pengasuhan untuk Mempromosikan Toleransi dalam Keluarga di Indonesia” dari KULTURA, di mana isinya menyinggung dampak narasi negatif yang akhirnya berpotensi memunculkan sifat ekslusif, diskriminatif, dan bahkan berdampak pada melanggengkan kekerasan.

“Ini menutup ruang-ruang dialog antar umat beragama dan golongan di Indonesia, dan mengingkari praktik-praktik keagamaan yang dianggap menyimpang. Dampaknya pada kekerasan terhadap anak antara lain anak yang hanya dianggap sebagai objek pengasuhan, dan praktik pengasuhan bersifat indoktrinasi alih-alih dialog,” ungkapnya berdasarkan laporan tersebut.

Lebih lanjut, narasi dan pemahaman tertentu yang memiliki dampak negatif menurut dia juga bisa berdampak kepada hal-hal seperti diskriminasi kepada perempuan.

“Sementara dampaknya terhadap perempuan adalah di dalam keluarga, laki-laki menjadi lebih superior terhadap perempuan. Lalu, peran perempuan terbatas hanya di ranah domestik,” lanjutnya.

Sementara aktivis perempuan Islam dari lembaga penelitian yang digagas para santri dan tokoh pesantren Cirebon Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB), Lies Marcoes, mengatakan cara mengenalkan dan mengajarkan keberagaman dan toleransi kepada anak bisa dimulai dari lingkungan terdekatnya.

“Khazanah kita belajar ada di Indonesia; negara yang begitu kaya akan keberagamannya, dan itu adalah tempat kita membangun dan mengajarkan toleransi kepada anak,” ungkapnya.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…