Pimpinan MPR RI Dorong Universitas Cetak SDM dan Riset Guna Kawal Transisi Energi Era Prabowo

pranusa.id April 4, 2026

FOTO: Prabowo mengatakan bahwa Indonesia jadi Wakil Komandan ISF Gaza. (Dok. Istimewa).

MEDAN, PRANUSA.ID – Mengawali kunjungan kerjanya di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Kota Medan, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Eddy Soeparno, menyoroti urgensi peran perguruan tinggi dalam menyukseskan agenda transisi energi nasional.

Ia mengajak seluruh elemen pendidikan tinggi untuk bahu-membahu mendukung visi Presiden Prabowo Subianto yang tengah menargetkan program elektrifikasi transportasi, pengembangan bioenergi, hingga pemenuhan energi surya sebesar 100 Gigawatt (GW).

“Sebagai respons atas situasi geopolitik saat ini, komitmen Presiden Prabowo rasanya perlu didukung semua pihak baik dukungan politik di parlemen maupun dukungan dari civitas academica dalam hal ini universitas,” kata Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (3/4/2026).

Pernyataan tersebut ia gaungkan saat mengisi panggung program “MPR Goes to Campus” yang disambut langsung oleh Rektor UMSU Medan, Prof. Agussani, beserta jajaran dekan dan wakil rektor.

Di hadapan para mahasiswa, Eddy memaparkan bahwa langkah percepatan menuju energi ramah lingkungan merupakan benteng utama dalam menjaga ketahanan negara dari gejolak perpolitikan global.

“Di antara upaya mewujudkan ketahanan energi itu adalah mempercepat elektrifikasi dan transisi energi untuk mengurangi secara signifikan ketergantungan kita terhadap impor energi seperti minyak mentah dan LPG,” ungkapnya.

Untuk mengeksekusi misi besar tersebut, perguruan tinggi dituntut proaktif mencetak sumber daya manusia (SDM) bermutu tinggi yang siap diterjunkan langsung ke dalam ekosistem industri hijau.

Pasalnya, peralihan masif menuju energi terbarukan ini diproyeksikan bakal membuka banyak keran lapangan pekerjaan baru yang menuntut ketersediaan spesialis tenaga kerja formal.

“Lapangan pekerjaan ini harus diisi oleh anak-anak bangsa sendiri yang siap dan terampil dalam industri hijau, karena itu dibutuhkan link and match antara kebutuhan di lapangan dan kurikulum yang dipelajari di kampus,” terangnya.

Selain berfokus pada kualitas lulusan, institusi pendidikan juga diharapkan mampu menyuplai pemerintah dengan terobosan riset mutakhir sebagai fondasi awal dalam merumuskan kebijakan publik.

“Kenapa saya menginisiasi program MPR Goes to Campus ini karena saya meyakini harus ada jembatan antara riset-riset kampus sebagai basis ilmiah kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah,” tutur Eddy.

Pada akhir paparannya, ia menegaskan bahwa segala bentuk upaya memuluskan transisi energi ini pada hakikatnya harus bermuara pada penguatan industrialisasi dalam negeri, peningkatan kapasitas produksi, dan kesejahteraan putra-putri bangsa.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Sempat Disetrum Hingga Ditendang Militer Israel, 9 Relawan GSF 2.0 Asal Indonesia Berhasil Dibebaskan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul…
Rayakan HUT Ke-13, Social Movement Institute Gelar Konser Kritik “Bangkitlah Politik Anak Muda” di Titik Nol Jogja
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Organisasi pergerakan pemuda Social Movement Institute merayakan…
Kritik Keras Kinerja Pejabat, Anies Minta Pemerintah Setop Beri ‘Obat Tidur’ dan Bercanda di Tengah Krisis
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melontarkan…
Minta Rakyat Rekam Aparat Pembeking Koruptor, Prabowo: Jangan Dilawan, Langsung Lapor ke Saya!
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan peringatan…
Sahroni Dukung Penuh Sikap Keras Prabowo Sikat Aparat Nakal Pembeking Kejahatan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto agar memberangus…