
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menyampaikan permohonan maaf atas polemik usulan pemindahan gerbong kereta khusus perempuan.
Klarifikasi tersebut ia sampaikan guna meredam ketidaknyamanan publik pascakecelakaan di kawasan Bekasi Timur pada Kamis (30/4/2026).
“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atas pernyataan tersebut,” ujar Arifah.
Sang menteri menegaskan bahwa prioritas pemerintah saat ini berfokus pada penanganan medis yang optimal bagi seluruh korban tanpa membedakan jenis kelamin.
Pihaknya juga telah menerjunkan tim khusus untuk memberikan pendampingan secara komprehensif kepada keluarga yang selamat.
“Kami berkomitmen memberikan dukungan psikologis dan perlindungan bagi korban, terutama anak-anak yang terdampak,” kata Arifah.
Terkait usulan relokasi gerbong ke bagian tengah rangkaian kereta, ia memastikan sama sekali tidak memiliki niat untuk mengesampingkan jaminan keselamatan penumpang lain.
Ia pun turut mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk mengevaluasi infrastruktur publik tersebut secara serius.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk fokus pada pemulihan korban serta memperkuat sistem keselamatan transportasi publik agar kejadian serupa tidak terulang,” tutur Arifah.
Laporan: Hendri | Editor: Michael