
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan fokus pemerintah pada jaminan keamanan sistem transportasi publik secara menyeluruh.
Hal tersebut ia sampaikan menanggapi insiden kecelakaan kereta api yang melibatkan gerbong khusus perempuan di kawasan Bekasi Timur pada Kamis (30/4/2026).
“Ini memang kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana KRL mengalami tumbukan dari belakang, kebetulan gerbong paling belakang adalah gerbong khusus perempuan, sehingga muncul kekhawatiran karena bagian tersebut justru menghadapi risiko yang lebih tinggi,” ujar Agus.
Guna mengungkap penyebab pasti tragedi tersebut, sang menteri secara khusus menginstruksikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk segera melakukan investigasi mendalam.
Transparansi hasil penyelidikan dinilai sangat krusial agar dapat menjadi bahan evaluasi keselamatan sekaligus edukasi bagi masyarakat luas.
“KNKT telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan investigasi secara komprehensif, saya meminta hasilnya dapat disampaikan secara terbuka kepada masyarakat, karena ini juga memiliki nilai edukasi,” tutur Agus.
Sembari menunggu kajian investigasi sistem persinyalan rampung, pemerintah memastikan seluruh penumpang yang terdampak benturan telah mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Ratusan penumpang dari kereta jarak jauh yang turut terlibat dalam kecelakaan tersebut juga telah dievakuasi dalam kondisi aman.
Para korban telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan seperti RSUD Bekasi dan beberapa rumah sakit lainnya, sementara di sisi lain, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan dalam kondisi selamat.
Laporan: Hendri | Editor: Arya