PP Muhammadiyah Kecam Agresi Militer AS-Israel Terhadap Iran

pranusa.id March 2, 2026

FOTO: Agresi militer AS-Israel di Iran

JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap yang mengecam keras serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah kedaulatan Iran.

Tindakan agresi bersenjata tersebut dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan secara nyata menginjak-injak prinsip kedaulatan sebuah negara merdeka.

PP Muhammadiyah menegaskan bahwa eskalasi militer yang dimotori oleh Washington dan Tel Aviv ini berisiko memicu kehancuran tatanan global jika tidak segera dihentikan.

“Kami mengecam keras serangan AS dan Israel ke Iran yang tidak hanya melanggar Piagam PBB, tetapi juga merusak tatanan perdamaian dunia,” bunyi pernyataan resmi PP Muhammadiyah di Jakarta.

Organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia tersebut menilai bahwa serangan militer sepihak yang menargetkan fasilitas vital di Teheran sama sekali tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

PP Muhammadiyah secara khusus mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beserta komunitas internasional untuk bersikap tegas dan berhenti menerapkan standar ganda dalam menyikapi konflik Timur Tengah.

Dewan Keamanan PBB didorong secara institusional untuk segera menggelar sidang darurat guna menghentikan operasi militer tersebut sebelum meluas menjadi perang regional yang tidak terkendali.

“PBB harus memikul tanggung jawab penuh untuk menghentikan arogansi kekuatan militer yang terus-menerus memakan korban jiwa dan menghancurkan peradaban,” tambah keterangan tersebut menyoroti pasifnya lembaga internasional.

Selain melayangkan kutukan keras, PP Muhammadiyah juga menyampaikan simpati dan rasa duka cita yang mendalam atas jatuhnya ratusan korban jiwa akibat operasi mematikan tersebut.

Duka cita tersebut turut ditujukan atas wafatnya sejumlah pejabat senior negara setempat, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Di tengah situasi geopolitik global yang kian memanas, Muhammadiyah menyerukan kepada seluruh negara untuk menahan diri dari segala bentuk aksi provokasi lanjutan maupun perang proksi.

Pihak Muhammadiyah turut mengimbau seluruh umat Islam di Indonesia untuk terus memanjatkan doa demi keselamatan umat manusia dan terciptanya perdamaian sejati yang berkeadilan.

Laporan: Marsianus | Editor: Michael

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…