Prabowo: Produksi Harian Program Makan Bergizi Gratis Bakal Kalahkan McDonald’s

pranusa.id January 23, 2026

FOTO: Prabowo Subianto

DAVOS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memaparkan capaian signifikan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam pidatonya di forum tahunan World Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Hingga saat ini, program tersebut telah memiliki 21.102 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPG) yang melayani 59,8 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Prabowo lantas membuat perbandingan menarik antara kapasitas produksi dapur MBG dengan raksasa waralaba makanan cepat saji dunia, McDonald’s.

Ia menyebut bahwa dalam waktu dekat, output harian program andalannya tersebut akan melampaui produksi harian McDonald’s yang mencapai 68 juta porsi.

“Sebagai konteks, dalam waktu sekitar satu bulan lagi, kami akan melampaui McDonald’s yang memproduksi 68 juta porsi per hari,” ujar Prabowo yang disambut tepuk tangan hadirin.

Presiden menargetkan pada akhir tahun 2026, jangkauan program ini akan semakin luas hingga menyentuh angka 82,9 juta penerima manfaat setiap harinya.

Sasaran penerima manfaat tersebut mencakup anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga warga lanjut usia (lansia) yang hidup sebatang kara.

“Tahun ini, kami menargetkan melayani 82,9 juta porsi per hari,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyoroti akselerasi program MBG yang dinilai jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan jaringan bisnis McDonald’s.

Ia mengungkapkan bahwa McDonald’s membutuhkan waktu lebih dari lima dekade sejak 1940 untuk mencapai kapasitas produksi saat ini, sementara program MBG melakukannya hanya dalam waktu sekitar dua tahun.

“Kami akan mencapai 82,9 juta, saya harap pada akhir Desember 2026,” imbuhnya.

Selain dampak kesehatan, Prabowo juga menekankan kontribusi ekonomi dari program ini yang telah melibatkan lebih dari 61.000 UMKM dan korporasi dalam rantai pasoknya.

Dapur-dapur MBG diklaim telah menciptakan sekitar 600.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Pada puncaknya, kami optimistis akan mencapai 1,5 juta pekerjaan langsung bersama para vendor dan pemasok,” pungkasnya.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pesan Natalius Pigai untuk Warga Papua: Boleh Tuntut Kesejahteraan, Asal Tidak Minta Merdeka
NABIRE, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Kritik Kesejahteraan Pascakemerdekaan, Festival Bantal Galang Donasi Alat Tidur bagi Buruh Gendong Beringharjo
SLEMAN, PRANUSA.ID — Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik…
Dinas Sosial Kota Yogyakarta Gelar Ziarah Edukatif Pekan “Jejak Patriot” bagi Pelajar
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Dinas Sosial Kota Yogyakarta menggelar kegiatan ziarah…
Sinergi TNI-Polri dan Forkopimda Ende Salurkan 725 Paket Bansos Presiden untuk Korban Gempa
ENDE, PRANUSA.ID — Sebagai wujud kepedulian negara di tengah masyarakat…
81 Tahun Indonesia: Merdeka Sejati atau sekadar “Merdeka-Merdekaan”?
KOLOM— Pada 17 Agustus 2026, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan…