
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pemerintah Republik Indonesia menyiapkan skema ambulans udara serta armada tim dokter terbang untuk memperluas dan mempercepat akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Gagasan strategis tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Pidato Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 dan Nota Keuangan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa penyediaan armada penerbangan darurat ini didasari atas keprihatinan terhadap tingginya angka kematian ibu melahirkan akibat buruknya akses jalur transportasi darat di daerah terisolasi.
“Untuk itu, kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter dengan pesawat kecil, supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa evakuasi kalau dia sakit,” ujar Prabowo.
Selain ambulans udara, pemerintah juga merancang tim dokter terbang yang dapat diterbangkan sewaktu-waktu menuju lokasi masyarakat yang mengalami sakit berat atau wilayah terdampak bencana alam.
“Untuk itu kita harus mencari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulans udara, bahkan nanti juga tim dokter terbang, kalau perlu dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras atau menghadapi bencana,” jelasnya.
Program penguatan sektor kesehatan ini juga akan dibarengi dengan rencana besar pemerintah untuk merenovasi 10.000 puskesmas di 7.280 kecamatan yang ditargetkan rampung paling lambat pada 2030.
Selain itu, pemerintah turut menargetkan pembangunan dan revitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di seluruh kabupaten/kota agar siap menangani pasien secara responsif.
Menanggapi krisis kekurangan puluhan ribu dokter umum dan dokter spesialis di berbagai daerah, Presiden menegaskan keterbukaannya untuk mendatangkan tenaga medis luar negeri sebagai langkah taktis yang cepat.
“Bila perlu, kita sedang memikirkan kita bisa mengundang dokter-dokter dari negara lain untuk praktek di sini untuk waktu-waktu yang terbatas, karena kalau kita menunggu lulusnya dokter gigi, mungkin kita harus nunggu empat presiden sesudah saya,” tegas Presiden Prabowo.
Laporan: Christian | Editor: Arya