Sebut Dapat Pahala, Muhammadiyah: Menyayangi Anjing Termasuk Akhlak Baik

pranusa.id March 15, 2021

Anjing liar (pixabay)

PRANUSA.ID — Seorang wanita berhijab dengan cadar bernama Hesti Sutrisno yang memelihara 70 anjing liar di shelter yang didirikannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu mengaku mendapatkan protes penolakan dari sekelompok orang.

Menanggapi hal itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad menilai bahwa sebetulnya tidak ada permasalahan bagi seseorang yang ingin merawat anjing-anjing liar jika dilihat secara etika.

“Kalau dari segi hukum Islam saya tidak tahu, tapi jika dari segi etika, bagus seseorang menyayangi binatang termasuk anjing karena makhluk Tuhan, dan itu termasuk akhlak yang baik,” kata Dadang dilansir CNN Indonesia, Senin (15/3/2021).

Bahkan, ia mengatakan bahwa orang yang merawat anjing liar justru akan mendapatkan pahala sebagaimana terdapat dalam sebuah hadis dalam ajaran Islam soal Allah SWT memberikan pahala kepada seseorang yang memberikan minuman kepada anjing.

Dari Abu Hurairah, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِى يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنَ الْعَطَشِ فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَهَا

“Ada seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yang panasnya begitu terik. Anjing itu mengelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun diampuni karena amalannya tersebut.” (HR. Muslim no. 2245).

Dadang kemudian membandingkan hal-hal yang ada dalam ajaran Islam tersebut dengan kasus Hesti yang memelihara anjing-anjing dengan baik. Meski sudah baik, ia mengingatkan agar anjing-anjing itu tidak sampai mengganggu para tetangga.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa pemeliharaan terhadap anjing-anjing liar juga merupakan perwujudan kesenangan seseorang yang harus dihormati. Untuk itu, Dadang meminta pihak-pihak yang keberatan jangan sampai melakukan pengusiran.

“Saya kira kalau tidak mengganggu, kepada mereka jangan mempersekusi. Biarkan saja itu juga salah satu kesenangan orang yang harus dihormati,” ujar Dadang.

Laporan: Kris
Editor: Jessica C.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…