Soal Kisruh Plh Gubernur Papua, DPR: Tidak Boleh Ada Kekosongan Kekuasaan

pranusa.id June 26, 2021

Gubernur Papua, Lukas Enembe. (Dok. CNN)

PRANUSA.ID– Gubernur Papua Lukas Enembe tidak terima dengan keputusan pemerintah pusat terkait penunjukan Sekretaris Daerah Provinsi Papua Dance Yulian Flassy sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Papua. Ia menuding bahwa ada konspirasi yang berusaha melengserkan dirinya dari jabatannya sebagai gubernur.

“Selaku Gubernur Papua saya kecewa dan menduga ada konspirasi secara inkonstitusional untuk menurunkan/ menjatuhkan saya di tengah jalan selaku Gubernur Papua yang sah secara konstitusi,” ujarnya.

Menanggapi keluhan Lukas Enembe, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Luqman Hakim menegaskan bahwa sebuah pemerintahan tidak diperbolehkan terdapat kekosongan kekuasaan. Oleh karena itu, menurutnya penunjukan Sekretaris Daerah Provinsi Papua Dance Yulian Flassy sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Papua merupakan langkah yang sudah tepat.

“Keputusan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menunjuk Sekda Provinsi Papua Dance Yulian Flassy sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Papua, sudah tepat sesuai kebutuhan dan memiliki landasan hukum yang jelas. Selain itu, dalam prinsip dasar hukum tata negara, tidaklah diperbolehkan sebuah pemerintahan mengalami kekosongan kekuasaan,” kata Luqman Hakim kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

“Dalam konteks Papua, sampai saat ini Gubernur Lukas Enembe masih menjalani perawatan medis di rumah sakit dan Wakil Gubernur Papua meninggal dunia. Maka, menjadi kewajiban pemerintah pusat untuk menunjuk kepemimpinan sementara di Provinsi Papua agar tidak terjadi kekosongan kekuasaan,” sambungnya.

Luqman menegaskan bahwa keputusan Mendagri Tito Karnavian yang menunjuk Dance sebagai Plh Gubernur sudah dilakukan sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia pun meminta agar polemik penunjukan Plh Gubernur Papua untuk segera diakhiri.

“Saya imbau polemik penunjukan Plh Gubernur Papua segera diakhiri. Sama sekali tidak ada manfaatnya polemik itu. Lebih baik kita ikut mendoakan agar Gubernur Lukas Enembe segara pulih kesehatannya sehingga dapat kembali memimpin Provinsi Papua,” tandasnya.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…