Soal Lockdown, Jokowi Soroti Tingkat Kedisiplinan Masyarakat

pranusa.id March 25, 2020

Tingkat Kedisiplinan Masyarakat Menjadi Sorotan Jokowi Soal Langkah Lockdown

PRANUSA.ID- Beberapa negara seperti Italia yang terkena dampak virus corona menerapkan sistem lockdown untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran virus tersebut.

Bagaimana dengan Indonesia? Dilansir dari Kompas.com pada Selasa (24/3/2020) sore kemarin, Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan , total ada 686 kasus Covid-19 di Indonesia.

Angka tersebut bertambah 107 dari data sebelumnya. Ia juga mengumumkan, terdapat total 55 pasien meninggal dan total sembuh 30 pasien.

Beberapa pihak pun kemudian mengeluarkan desakan agar Indonesia juga menerapkan sistem lockdown guna mencegah semakin meluasnya wabah corona di Tanah Air.

Namun, bagaimana sikap Presiden Jokowi? Ia memberikan jawaban atas desakan tersebut dalam Rapat Terbatas (Ratas) dengan gubernur seluruh Indonesia yang disiarkan saluran YouTube tvOneNews, Selasa (24/3/2020).

“Ada yang bertanya pada saya, kenapa kebijakan lockdown tidak kita lakukan?,” ucap Jokowi.

Ia pun menyinggung kondisi dan kedispilinan setiap negara yang berbeda-beda.

“Perlu saya sampaikan bahwa setiap negara memiliki karakter yang berbeda, memiliki kebudayaan yang berbeda, memiliki kedisiplinan yang berbeda,” ucap Jokowi.

Hal tersebut yang menurutnya menjadi penyebab mengapa Indonesia belum bisa mengambil langkah tersebut.

Hingga kini, Jokowi mengaku sudah memiliki analisa soal negara yang menerapkan kebijakan lockdown akibat Corona.

Ia menilai, kebijakan paling tepat untuk diterapkan di Indonesia yakni jaga jarak dengan orang lain atau physical distance.

“Dan itu sudah saya pelajari, saya memiliki analisa-analisa sewaktu ini dan semua negara ada semuanya kebijakan mereka apa. Mereka melakukan apa, kemudian hasilnya seperti apa, semuanya dari Kementerian Luar Negeri,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi pun kemudian meyakini, phisical distancing adalah cara paling tepat untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 itu.

“Tetapi dibutuhkan sebuah kedisiplinan yang kuat, membutuhkan ketegasan yang kuat,” imbuh Jokowi.

Ia pun kemudian memberi contoh masalah kedisiplinan dari warga isolasi yang justru masih keluar rumah untuk membantu tetangganya yang hajatan. 

“Ada yang sudah diisolasi masih beli handphone dan belanja di pasar. Saya kira kedisplinan untuk diisolasi itu yang paling penting,” lanjutnya.

(*Kris)

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…