Suriah Memanas, Turki Ajak Rusia dan Iran Bertemu

pranusa.id September 17, 2019

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Hassan Rouhani ke Ankara untuk membahas konflik Suriah.

Menurut Reuters, pertemuan yang rencananya digelar Senin (16/9) ini akan diawali dengan pembicaraan bilateral, kemudian dilanjutkan trilateral mengenai perkembangan di kota Idlib, Suriah.

Pertemuan tersebut digagas setelah sehari sebelumnya terjadi baku tembak antara pasukan Suriah dan para pemberontak.

Serangan tersebut mengakibatkan salah satu dari 12 pos pengamatan militer milik tentara Turki hancur.

Pos-pos di barat laut Suriah tersebut dibangun setelah adanya perjanjian antara Rusia dan Turki untuk mengurangi perang.

Erdogan telah memperingatkan pemerintah Presiden Bashar al-Assad bahwa penyerangan terhadap pos-pos itu dapat memicu serangan balasan dari tentara Turki yang berdampak pada semakin tegangnya hubungan antar keduanya.

“Momen ketika rezim menghancurkan pos pengamatan kami, jika ada serangan, maka segalanya akan mengarah pada jalur yang berbeda. Kami tidak akan menahan diri seperti sekarang. Kami akan mengambil berbagai langkah yang diperlukan,” ujarnya.

Serangan ini juga mendorong kedatangan banyak pengungsi dalam skala besar ke Turki.

“Turki yang kini menampung 3,6 juta pengungsi tidak dapat menampung lagi jutaan orang yang datang dari sana. Kami tidak dapat menanggung beban tersebut,” kata dia.

Erdogan kemudian menegaskan pertemuan Senin ini untuk mencegah migrasi dari Idlib dan mendorong gencatan senjata untuk mengurangi munculnya korban sipil lebih banyak. “Ekspektasi dari pertemuan ini bukan hanya gencatan senjata sementara. Pertama, ini bertujuan untuk mencegah migrasi ke sini. Kedua, untuk memastikan adanya gencatan senjata. Ketiga, untuk mengendalikan organisasi teroris secara serius,” ujar dia.

Pasukan Suriah telah menyerang Idlib selama beberapa bulan terakhir. Dalam konflik ini, Rusia dan Iran membantu pihak militer Suriah sedangkan Turki bersama Amerika Serikat serta sekutu dari Eropa dan Arab membantu beberapa faksi pemberontak yang berbeda. (fls/dea)

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20190916121524-134-430842/suriah-memanas-turki-ajak-rusia-dan-iran-bertemu

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Gandeng SMA Kolese De Britto, SMP Maria Immaculata Yogyakarta Bekali Pengurus OSIS Nilai Kepemimpinan
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Kebutuhan akan sosok pemimpin muda yang cerdas,…
Mahasiswi Unair Diduga Gelapkan Dana KIP-K Rp97 Juta, Modus Sisipkan Tagihan di SPJ
JAKARTA, PRANUSA.ID – Dugaan penggelapan dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah…
Rencana Refocusing Program MBG 2027, BGN Bakal Coret Siswa SMA dari Daftar Penerima
JAKARTA, PRANUSA.ID – Badan Gizi Nasional berencana menajamkan sasaran penerima…
Audiensi dengan Rektorat UAJY, PMKRI Yogyakarta Komitmen Benahi Krisis Kepemimpinan Mahasiswa Katolik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Yogyakarta…
Lantik Pengurus Kecamatan se-SBD, Waketum TMI Harap Organisasi Jadi Rumah Besar Petani
SUMBA BARAT DAYA, PRANUSA.ID – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan…