Survei: Ganjar Pranowo Berpeluang Besar Jadi Gubernur DKI Mendatang

pranusa.id January 22, 2022

FOTO: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Dok. Harian Haluan).

PRANUSA.ID — Direktur Program survei Nusantara Strategic Network (NSN), Riandi mengatakan Ganjar Pranowo berpeluang besar menjadi Gubernur DKI Jakarta mendatang.

Pasalnya, hasil survei NSN menyebutkan Ganjar memiliki elektabilitas tinggi pada bursa calon gubernur (cagub) DKI Jakarta, yakni mencapai 34,5 persen.

Namun, ia menilai posisi Ganjar tetap dilematis mengingat masih menjadi pro dan kontra pada internal PDI Perjuangan (PDIP) terkait Pemilihan Presiden 2024.

“Posisi Ganjar tetap dilematis, elektabilitas tinggi tetapi minim dukungan partainya sendiri,” kata Riandi melalui keterangan tertulis, dilansir Antara, Jumat (21/1/2022).

Diketahui, hasil survei NSN menyebutkan Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini dan Anies Baswedan berpeluang besar menjadi Gubernur DKI Jakarta mendatang.

“Ketiga nama itu memiliki peluang kuat jika diusung sebagai Gubernur DKI Jakarta,” ujar Riandi.

Riandi mengemukakan elektabilitas Ganjar yang mencapai 34,5 persen disusul Risma 14,3 persen, dan Anies 10 persen.

Selain itu, hasil survei menunjukkan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria memiliki elektabilitas 5,8 persen sehingga turut berpeluang bersaing pada Pilkada DKI 2024.

Sejumlah tokoh nasional lain yang turut meramaikan bursa cagub DKI Jakarta, yaitu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (3,0 persen), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (3,0 persen), Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (2,3 persen) dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (1,5 persen).

Ada pula Agus Harimurti Yudhoyono (2,3 persen), politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas (1,0 persen) dan anggota DPR dari Nasdem Ahmad Sahroni (0,8 persen). Masih ada sejumlah nama lainnya dan sisanya menyatakan tidak tahu/tidak jawab (17,5 persen).

Lembaga survei NSN melakukan survei terhadap 400 responden mewakili seluruh wilayah DKI Jakarta dengan “multistage random sampling” dan pengambilan data secara tatap muka menerapkan protokol kesehatan. Tingkat kesalahan (margin of error survei) kurang lebih sebesar 4,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen pada 5-15 Januari 2022.

Penulis: Jessica C. Ivanny
Editor: Bagas R.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Soal Tuntutan agar Setara dengan PNS, Hakim MK: Sejak Awal Kan Sudah Tahu Konsekuensi Memilih PPPK
JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) tengah menggelar persidangan terkait gugatan…
Pererat Sinergi di Bulan Ramadan, Polres Ende Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers
ENDE – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ende menggelar acara buka…
Perkuat Nasionalisme Pelajar, Julie Laiskodat Gelar Sosialisasi 4 Pilar di SMK Yos Soedarso Ende
ENDE – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Daerah…
Gereja yang Bergerak Menuju Pertobatan Ekologis Integral
JAKARTA — Masa praspaskah menjadi momen penting dalam melakukan refleksi,…
PBNU dan ICMI: Indonesia Tidak Perlu Keluar dari Board of Peace Bentukan AS
JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya…
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40