Survei Voxpol Center: Kepuasan Publik Terhadap Kinerja 1 Tahun Gubernur NTT Capai 80,5 Persen

pranusa.id February 15, 2026

FOTO: Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena

JAKARTA – Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johanis Asadoma (Melki-Johni), pada tahun pertama masa jabatannya menuai respons positif dari masyarakat.

Hal tersebut terungkap dalam hasil survei terbaru bertajuk “Kinerja Satu Tahun Masa Kepemimpinan Gubernur-Wakil Gubernur NTT Melki-Johni” yang dirilis oleh Voxpol Center Research and Consulting di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Berdasarkan hasil jajak pendapat tersebut, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Provinsi NTT menyentuh angka 80,5 persen. Merespons temuan itu, Gubernur NTT yang akrab disapa Melki tersebut mengakui bahwa pemerintahannya harus bekerja ekstra keras di tengah tantangan geografis kepulauan yang tidak mudah.

“Kami bekerja dalam keterbatasan geografis, namun pelayanan pendidikan dan kesehatan terus diperluas hingga puskesmas pembantu dan praktik mandiri,” ujar Melki.

Ia menjelaskan bahwa fokus pelayanan publik tersebut dijalankan secara terintegrasi melalui berbagai program produk desa, sekolah, serta komunitas.

Tingginya angka kepercayaan publik ini dinilai oleh Melki sebagai modal sosial yang sangat berharga untuk terus menekan angka kemiskinan dan mempercepat pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Voxpol Indonesia, Pangi Chaniago, menjelaskan bahwa tingginya kepuasan publik ini juga membuka ruang evaluasi terhadap kebijakan strategis pemerintah daerah ke depannya.

“Data survei juga menunjukkan mayoritas warga memprioritaskan perbaikan ekonomi, kesejahteraan, serta infrastruktur layanan dasar sebagai agenda pemerintah selanjutnya,” papar Pangi.

Pangi menambahkan bahwa isu mengenai harga kebutuhan pokok, ketersediaan lapangan kerja, kondisi infrastruktur jalan, hingga akses air bersih masih menjadi catatan dominan dari para responden.

Secara metodologi, survei kuantitatif ini dilakukan melalui wawancara tatap muka pada periode 5 hingga 14 Januari 2026 dengan melibatkan 800 responden yang tersebar di 22 kabupaten/kota se-NTT.

Dengan menggunakan teknik Multistage Random Sampling dan memiliki tingkat toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ±3,47 persen, hasil survei ini diklaim merepresentasikan pandangan masyarakat luas secara proporsional.

Dari segi pencapaian keamanan, angka kepuasan bahkan menyentuh level 88,1 persen, yang merepresentasikan bahwa stabilitas sosial di wilayah NTT diakui terjaga dengan sangat baik.

“Angka-angka ini menunjukkan kepercayaan publik yang tinggi terhadap arah pembangunan daerah,” pungkas Pangi.

Laporan: Severinus | Editor: Michael

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…