Tak Punya Filter Konten Negatif, Kemkomdigi Resmi Blokir Fitur Grok AI di Platform X

pranusa.id January 23, 2026

ILUSTRASI: Blokir

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa pemblokiran terhadap fitur kecerdasan buatan Grok AI milik platform X (Twitter) dilakukan karena adanya pelanggaran serius terhadap peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menjelaskan bahwa fitur tersebut memiliki kemampuan mengubah foto biasa menjadi konten yang mengandung unsur pornografi tanpa adanya batasan yang memadai.

“Dimana foto bisa diubah dengan generative AI menjadi foto yang sifatnya pornografi, tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut,” ujar Nezar saat ditemui wartawan di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Nezar menekankan bahwa kemampuan teknologi tersebut secara jelas bertentangan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Undang-Undang Anti-Pornografi yang berlaku di tanah air.

Pemerintah menilai ketiadaan mekanisme filter atau guardrails pada Grok AI sangat membahayakan masyarakat, sehingga langkah pemblokiran dianggap sebagai tindakan tegas yang diperlukan.

“Itu (Grok AI) jelas melanggar peraturan-peraturan yang sudah ada,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nezar mengungkapkan bahwa Indonesia tidak sendirian dalam mengambil kebijakan ini, karena beberapa negara tetangga di kawasan Asia Tenggara juga telah menolak kehadiran fitur tersebut.

Menurutnya, Malaysia dan Filipina turut mengikuti jejak Indonesia dalam membatasi akses Grok AI demi melindungi warganya dari penyalahgunaan teknologi.

“Langkah kita (blokir Grok AI) tidak sendirian, Malaysia dan Filipina juga mengikuti jejak kita, ada tiga negara ASEAN yang melakukan hal yang sama buat Grok,” tuturnya.

Meski demikian, Wamenkomdigi menyatakan bahwa pemblokiran ini bersifat sementara dan bergantung pada itikad baik platform milik Elon Musk tersebut untuk memperbaiki sistemnya.

Akses terhadap Grok AI baru akan dibuka kembali jika pihak pengembang telah menghapus fitur generatif yang memungkinkan pembuatan konten pornografi tersebut.

“Jadi saya kira cukup kuat alasan kita untuk mem-banned sementara Grok, sampai fitur tersebut bisa dihapuskan,” pungkas Nezar.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…