Tepis Hoaks di Media Sosial, BGN Tegaskan Tidak Ada Pembagian MBG Saat Waktu Sahur

pranusa.id February 23, 2026

FOTO: Makan Bergizi Gratis

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) membantah keras informasi yang beredar liar di media sosial mengenai rencana pembagian program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada waktu sahur.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, memastikan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan tidak sesuai dengan pedoman teknis yang telah ditetapkan.

Menurut Nanik, pelaksanaan program tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Kepala BGN Nomor 3 Tahun 2026 yang sama sekali tidak memuat skema distribusi makanan pada dini hari atau waktu sahur.

“Perlu kami luruskan, MBG selama Ramadan hanya didistribusikan pada hari Senin dan Kamis dengan jam layanan resmi pukul 08.00–09.00 WIB dan 11.00–12.00 WIB. Tidak ada pembagian saat sahur,” tegas Nanik melalui keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026).

Jadwal resmi tersebut berlaku secara serentak, baik untuk mekanisme pengambilan langsung di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengantaran ke sekolah, maupun titik serah terima lainnya.

Khusus untuk sekolah berasrama dan pondok pesantren, pengolahan makanan akan dilakukan pada siang hari dan disajikan saat waktu berbuka puasa, sesuai dengan hasil koordinasi satuan pendidikan.

Nanik juga menjelaskan bahwa selama awal Ramadan, yakni pada tanggal 18–22 Februari 2026, aktivitas pendistribusian MBG akan dihentikan sementara waktu.

Distribusi baru akan kembali berjalan normal pada Senin (23/2/2026) dengan tetap mempertahankan pola layanan khusus Ramadan, yakni dua kali dalam sepekan.

Sementara itu, bagi wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, MBG akan diberikan dalam bentuk paket makanan sehat kemasan.

Paket kemasan yang diproduksi oleh SPPG tersebut sengaja didesain agar dapat dibawa pulang dan dikonsumsi dengan aman saat tiba waktu berbuka puasa.

“Jadwal dan mekanisme sudah diatur jelas dalam Surat Edaran. Kami mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh konten yang menyesatkan serta selalu merujuk pada informasi resmi,” pungkas Nanik.

Laporan: Marsianus | Editor: Arya

f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pesan Natalius Pigai untuk Warga Papua: Boleh Tuntut Kesejahteraan, Asal Tidak Minta Merdeka
NABIRE, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Kritik Kesejahteraan Pascakemerdekaan, Festival Bantal Galang Donasi Alat Tidur bagi Buruh Gendong Beringharjo
SLEMAN, PRANUSA.ID — Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik…
Dinas Sosial Kota Yogyakarta Gelar Ziarah Edukatif Pekan “Jejak Patriot” bagi Pelajar
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Dinas Sosial Kota Yogyakarta menggelar kegiatan ziarah…
Sinergi TNI-Polri dan Forkopimda Ende Salurkan 725 Paket Bansos Presiden untuk Korban Gempa
ENDE, PRANUSA.ID — Sebagai wujud kepedulian negara di tengah masyarakat…
81 Tahun Indonesia: Merdeka Sejati atau sekadar “Merdeka-Merdekaan”?
KOLOM— Pada 17 Agustus 2026, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan…