Tolak Skema ‘Board of Peace’ Bentukan Trump, MUI: Hanya Perdamaian Semu

pranusa.id January 26, 2026

Ilustrasi: Konflik Israel dan Palestina.

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons kritis keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menandatangani Piagam Board of Peace inisiasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Davos, Swiss.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa lembaganya menolak konsep perdamaian yang ditawarkan jika tidak berlandaskan pada keadilan yang substantif bagi rakyat Palestina.

“MUI menolak perdamaian semu sebagaimana yang diatur oleh Trump karena sama sekali tidak berbasis kepada keadilan,” tegas Sudarnoto dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/1/2026).

Menurut Sudarnoto, setiap inisiatif perdamaian yang tidak mengakui secara tegas status Palestina sebagai bangsa terjajah hanya akan melanggengkan praktik kolonisasi dalam kemasan yang berbeda.

Ia menilai struktur Board of Peace cacat secara mendasar karena menempatkan Israel sebagai anggota setara, alih-alih sebagai pihak pendudukan (occupying power) yang harus dimintai pertanggungjawaban.

“MUI berpandangan, setiap inisiatif perdamaian yang tidak secara tegas mengakui Palestina sebagai bangsa yang terjajah dan tidak menjadikan pengakhiran pendudukan Israel sebagai prasyarat utama, berpotensi melanggengkan kolonisasi,” lanjutnya.

MUI bahkan menyebut skema ini sebagai bentuk nyata dari neokolonialisme yang berisiko menggeser fokus utama dari isu kemerdekaan menjadi sekadar manajemen konflik dan stabilitas kawasan semata.

Meski tetap mengapresiasi niat baik pemerintah Indonesia untuk terlibat dalam upaya perdamaian global, MUI mengingatkan adanya garis merah yang tidak boleh dilanggar.

Keterlibatan tanpa sikap kritis dikhawatirkan justru akan menjadikan Indonesia sebagai pemberi legitimasi moral bagi skema yang merugikan perjuangan bangsa Palestina.

“Skema Board of Peace tidak menunjukkan arah perdamaian sejati,” pungkas Sudarnoto menutup pernyataannya.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pesan Natalius Pigai untuk Warga Papua: Boleh Tuntut Kesejahteraan, Asal Tidak Minta Merdeka
NABIRE, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Kritik Kesejahteraan Pascakemerdekaan, Festival Bantal Galang Donasi Alat Tidur bagi Buruh Gendong Beringharjo
SLEMAN, PRANUSA.ID — Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik…
Dinas Sosial Kota Yogyakarta Gelar Ziarah Edukatif Pekan “Jejak Patriot” bagi Pelajar
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Dinas Sosial Kota Yogyakarta menggelar kegiatan ziarah…
Sinergi TNI-Polri dan Forkopimda Ende Salurkan 725 Paket Bansos Presiden untuk Korban Gempa
ENDE, PRANUSA.ID — Sebagai wujud kepedulian negara di tengah masyarakat…
81 Tahun Indonesia: Merdeka Sejati atau sekadar “Merdeka-Merdekaan”?
KOLOM— Pada 17 Agustus 2026, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan…