TWK untuk KPK, Mulai Soal Jilbab, Hingga Pilih Al-Quran atau Pancasila

pranusa.id May 29, 2021

(Ilustrasi KPK: tribun)

PRANUSA.ID– Pegawai Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ita Khoiriah secara blak-blakan membongkar soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) saat hadir menjadi salah satu narasumber program Mata Najwa, Rabu (27/5/2021) malam. 

Dalam kesempatan itu, ia mengaku mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang janggal mulai dari status pernikahan, sampai ke soal aliran agama.

“Saya mengalami pertanyaan yang cukup aneh saat itu, soal status pernikahan, apakah saya punya pacar saat itu, kemudian lebih dalam kalau pacaran ngapain saja, aliran agama,” jelasnya seperti dilansir dari YouTube Najwa Shihab.

Najwa Shihab kemudian melontarkan bertanya apakah hal itu yang mendorong Ita Khoriah melaporkan pertanyaan tes TWK kepada Komnas Perempuan.

Ita Khoriah mengatakan bahwa pelaporan juga didasarkan pada pertanyaan TWK kepada pegawai KPK lain yang juga dinilai aneh. 

Menurutnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut buruk untuk ditanyakan dalam proses rekrutmen abdi negara.

“Pertama itu berdasarkan pengalaman saya. Di satu sisi banyak rekan-rekan saya yang juga mendapat pertanyaan lebih parah. Dan saya pikir itu preseden buruk apabila instrumen rekrutmen untuk abdi negara tenryata ada preseden yang gak menyenangkan,” tegasnya.

Ia kemudian mengungkap sejumlah pertanyaan janggal lainnya yang menurutnya bahkan terkesan mengurusi ranah pribadi. 

“Kamu lepas jilbab bagaimana, pilih mana Pancasila atau Alquran, kenapa belum menikah sementara adik sudah, kenapa alasan bercerai sedangkan peserta yang ditanya masih ada trauma sampai ketriger dan menangis,” ungkapnya. 

Tidak hanya itu, dilansir dari IDN Times edisi Jumat 28 Mei 2021, Ita juga menjelaskan beberapa pertanyaan yang diajukan saat tes, seperti:

1. Semua orang Tiongkok sama saja. Setuju atau tidak?

2. Agama adalah hasil pemikiran manusia. Setuju atau tidak?

3. Kulit berwarna tak pantas jadi atasan kulit putih. Setuju atau tidak?

4. UU ITE dapat mengancam kebebasan berpendapat. Setuju atau tidak?

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menegaskan dirinya tak tahu dan tak mau tahu terkait pertanyaan seputar TKW dalam proses peralihan status pegawai lembaga menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Ghufron menyebut, pihaknya tak mau tahu dengan pertanyaan TWK yang diduga kontroversial lantaran untuk menjamin obyektifitas dalam asesmen tersebut.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…