
BEKASI, PRANUSA.ID – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin mengonfirmasi insiden tabrakan fatal antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam yang merenggut sejumlah korban jiwa.
“Update dari korban pada saat ini meninggal dunia, 5 orang,” ujar Bobby.
Dalam proses penanganan darurat yang masih terus berlangsung hingga Selasa pagi tersebut, tim gabungan berupaya keras mengevakuasi sisa penumpang yang terjepit di dalam gerbong belakang KRL yang hancur akibat benturan.
“Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3 orang,” ungkapnya.
Insiden nahas yang melukai puluhan penumpang akibat hantaman lokomotif KA Argo Bromo Anggrek terhadap rangkaian KRL yang tengah berhenti darurat tersebut turut memicu permohonan maaf resmi dari Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini, kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik,” kata Anne.
Sebagai tindak lanjut atas tragedi yang mengharuskan evakuasi medis terhadap 79 penumpang komuter serta penyelamatan ratusan penumpang kereta jarak jauh tersebut, pihak manajemen beserta otoritas berwenang kini tengah menginvestigasi akar penyebab kecelakaan guna mengevaluasi sistem keselamatan perkeretaapian secara menyeluruh.
Laporan: Judirho | Editor: Arya