Wamen Stella Christie: Populasi Besar Jadi Modal Indonesia Pimpin Pendidikan Dunia

pranusa.id February 4, 2026

FOTO: Stella Christie

TANGERANG – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek), Stella Christie, menyatakan optimismenya bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk memimpin sektor pendidikan di tingkat global.

Menurut Stella, potensi ini didukung oleh posisi strategis Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia serta kesiapan bangsa untuk melakukan transformasi besar dalam ekosistem pendidikan.

“Indonesia punya kesempatan untuk bisa memimpin dunia pendidikan. Karena kita adalah negara nomor 4 terbesar di dunia dan kita sebenarnya siap,” ujar Stella usai menghadiri ThinkTNE Forum di Universitas Prasetiya Mulya, Tangerang, Rabu (4/2/2026).

Peluang tersebut menjadi landasan bagi Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong kebijakan terobosan yang disebut sebagai “game changer”, salah satunya melalui kerja sama antarnegara atau government to government (G2G).

Stella menjelaskan bahwa kerja sama G2G, seperti yang telah dijalin dengan Inggris, bertujuan untuk mengubah ekosistem pendidikan nasional secara menyeluruh dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Tanah Air.

“Inilah kenapa Bapak Presiden mendatangkan secara G2G, government to government, untuk mengubah ekosistem pendidikan di Indonesia. Jadi TNE (Transnational Education) ini untuk juga mendatangkan region-region lain, negara-negara lain untuk bisa juga suatu saat mau berkuliah dan belajar di Indonesia,” paparnya.

Meski demikian, Stella tidak memungkiri adanya kesenjangan kualitas antara pendidikan di Indonesia dengan standar global, namun ia melihat hal tersebut sebagai pemicu untuk terus berbenah.

“Itulah sebenarnya kesenjangan itulah yang memacu kita untuk melihat bagaimana kita bisa mengejar kesenjangan itu dan ini salah satu langkah penting yang kita lakukan saat ini,” tambahnya.

Forum ThinkTNE yang diselenggarakan oleh British Council ini menjadi ruang dialog strategis antara pemimpin pendidikan dari Inggris dan Asia Timur untuk membahas penguatan kemitraan dan kualitas akademik lintas negara.

Laporan: Mariano | Editor: Kristoforus

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…