Yusril Mahendra Sebut UU Ciptaker Bertentangan dengan Cita – Cita Reformasi

pranusa.id November 6, 2020

Yusril Mahendra

PRANUSA.ID- Yusril Ihza Mahendra menyinggung soal UU Cipta Kerja yang dinilai oleh kalangan akademisi dan aktivis sosial dapat membuat kekuasaan Presiden semakin kuat. 

Hal itu dikarenakan UU ini akan mendelegasikan terlalu banyak aturan melalui Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden.

“Pendelegasian pengaturan yang begitu banyak, menimbulkan kekhawatiran para akademisi akan makin membesarnya kekuasaan Presiden yang potensial menabrak asas-asas demokrasi,” ujar pakar hukum tata negara ini dalam keterangannya, Rabu (4/10).

Yusril mengatakan, mekanisme yang seperti itu pada dasarnya bertentangan dengan cita-cita reformasi.

“Potensi seperti itu dianggap bertentangan dengan cita-cita Reformasi 22 tahun yang lalu,” ucapnya.

Sorotan lain untuk UU Cipta Kerja juga terjadi pada proses pembentukannya yang dinilai tidak transparan. Selain itu, Omnibus Law dianggap menabrak undang-undang lainnya.

“Sejumlah akademisi dan aktivis sosial juga mengkritik UU yang proses pembuatannya kurang transparan. Pembahasannya terkesan tergesa-gesa sehingga menabrak undang-undang lain,” kata Yusril.

 

(Kris/Pranusa)

f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Atasi Dampak Psikologis Pasca-Gempa Flores, Polda NTT Siagakan Tim Trauma Healing untuk Anak
ENDE, PRANUSA.ID — Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur bergerak…
Pemutaran Film Dokumenter “Di Balik Ilusi Tembakau” Soroti Paradoks Industri Tembakau
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Pemutaran film dokumenter bertajuk “Di Balik Ilusi…
Gubernur Ria Norsan Ajak Warga Kalbar Jaga Persatuan dan Sinergi
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengikuti jalannya…
BMKG Perkirakan Gempa Susulan Sesar Naik Flores Masih Terjadi hingga Tiga Pekan ke Depan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan…
Gempa Dasyat Guncang NTT, Ketua DPR Puan Maharani Desak Pemerintah Gerak Cepat Tangani Korban dan Wisatawan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah…